TNI AL melakukan pencarian 5 jurnalis hilang di Selat Sunda. (BP/HO-Bakom RI)

JAKARTA, BALIPOST.com – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan TNI Angkatan Laut (TNI AL) untuk mengoptimalkan pencarian terhadap lima jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda saat hendak melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau.

Perintah tersebut disampaikan Presiden setelah rombongan yang terdiri atas lima jurnalis dan tiga kru kapal dilaporkan hilang kontak pada Senin (7/9).

Instruksi kepada Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) disebut telah diberikan sejak malam hari, tak lama setelah laporan hilangnya rombongan diterima.

Dilansir dari Kantor Berita Antara, Kamis (10/9), Sekretaris Kabinet menyampaikan bahwa Presiden Prabowo sejak awal telah meminta jajaran TNI AL bergerak cepat.

“Sejak rombongan 5 jurnalis bersama 3 kru kapal dilaporkan hilang kontak, sejak Senin malam Presiden Prabowo memang sudah langsung menginstruksikan KSAL untuk segera melakukan pencarian, di hari itu juga TNI AL langsung mengirim kapal-kapalnya,” demikian pernyataan Sekretariat Kabinet.

Baca juga:  Masuk Hari ke-16, Latihan Paskibraka Bali Makin Dimantapkan

Dalam pencarian tersebut, TNI AL mengerahkan kekuatan bersama unsur SAR lainnya.

Berdasarkan laporan KSAL, terdapat 11 kapal gabungan yang telah diterjunkan untuk menyisir wilayah perairan yang menjadi lokasi terakhir rombongan diketahui berada.

Sebelas kapal tersebut yakni KRI Leuser-924, KRI Kerambit-627, KRI Lepu-861, KAL Anyer I-3-64, KAL Pohawang I-3-30, RBB Peucang Lanal Banten, RHIB SAR 02 Banten, RHIB SAR 02 Lampung, KN SAR Tetuka-247, KN SAR Basudewa-224, dan KP Sanjaya-7017.

Baca juga:  PHK Sepihak Marak, FSPM Regional Bali Gelar Aksi di DPRD Bali

Sekretariat Kabinet menyampaikan bahwa pencarian terus dilakukan dengan harapan seluruh anggota rombongan dapat segera ditemukan.

“Doa kita untuk keselamatan seluruh rombongan. Semoga segera ditemukan dalam keadaan selamat,” tulis Sekretariat Kabinet.

Berdasarkan laporan Kantor SAR Banten, speedboat yang membawa rombongan berangkat dari Dermaga Pagedongan, Carita, pada Senin (7/9) sekitar pukul 14.00 WIB.

Di dalam speedboat tersebut terdapat delapan orang, terdiri atas lima jurnalis, kapten kapal, anak buah kapal (ABK), dan seorang guide.

Rombongan bertolak menuju kawasan perairan Gunung Anak Krakatau untuk melakukan peliputan aktivitas gunung tersebut.

Perjalanan sempat berlangsung dengan komunikasi yang masih terpantau. Pada pukul 14.42 WIB, rombongan diketahui mengirimkan share location kepada rekan jurnalis yang berada di Lampung.

Baca juga:  Hadapi Kebijakan Tarif AS, Pemerintah Siapkan Paket Negosiasi

Namun, sekitar 22 menit kemudian, komunikasi dengan rombongan terputus. Tepat pada pukul 15.04 WIB, tidak ada lagi komunikasi yang dapat dilakukan dengan mereka.

Lokasi terakhir yang diketahui berada di titik koordinat 6°14’40.52″S 105°40’49.48″T.

Sejak laporan kehilangan kontak diterima, tim SAR gabungan bergerak melakukan pencarian di wilayah perairan Selat Sunda. Upaya pencarian kemudian diperkuat dengan pengerahan sejumlah kapal dari unsur TNI-AL, Basarnas, dan kepolisian.

Pencarian terus dilakukan untuk menemukan seluruh anggota rombongan, dengan harapan mereka dapat segera ditemukan dalam kondisi selamat. (kmb/balipost)

BAGIKAN