Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Canggu, Badung. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Persoalan di kawasan pariwisata Canggu, Kuta Utara, tidak hanya menyangkut kemacetan dan kepadatan bangunan. Semrawutnya jaringan utilitas juga menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Badung karena mengganggu wajah kawasan yang menjadi salah satu destinasi wisata utama di Bali.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bahkan telah memerintahkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Badung untuk segera melakukan penataan jaringan utilitas di sepanjang kawasan Jalan Batu Mejan, Desa Canggu, Kecamatan Kuta Utara. Perintah tersebut disampaikan Adi Arnawa saat memimpin aksi penanaman pohon di sepanjang koridor Jalan Batu Mejan.

Penataan utilitas menjadi bagian penting dalam upaya membangun kawasan Canggu agar tidak hanya memiliki infrastruktur yang andal, tetapi juga tertata secara visual dan ramah lingkungan.

“Saya juga sudah perintahkan Kadis PUPR Badung untuk segera menata jaringan utilitas yang semrawut di sepanjang kawasan ini. Penataan kawasan strategis seperti Canggu tidak hanya berfokus pada keandalan infrastruktur fisik, tetapi juga wajib menyatu dengan prinsip penghijauan,” ungkapnya.

Baca juga:  Ormas Premanisme Marak, Badung Kaji Insentif Pecalang

Menurutnya, perkembangan pariwisata yang begitu cepat harus diikuti dengan penataan kawasan secara menyeluruh. Infrastruktur seperti jaringan utilitas tidak boleh dibiarkan mengganggu estetika maupun kualitas lingkungan kawasan wisata.

Pemerintah Kabupaten Badung juga mendorong penambahan ruang terbuka hijau (RTH) melalui penanaman pohon di koridor Jalan Batu Mejan. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat fungsi ekologis kawasan yang semakin padat akibat perkembangan pembangunan pariwisata.

“Vegetasi yang ditanam tidak hanya berfungsi memperindah koridor jalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengurangi dampak polusi udara sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih teduh dan sejuk. Dengan demikian, pembenahan kawasan berjalan beriringan antara penataan infrastruktur dan pelestarian lingkungan,” terangnya.

Baca juga:  Berkas Kasus Pungli dan Gratifikasi Pengangkatan Pegawai Non ASN di SKPD Badung Masuk Tipikor

Bupati Adi Arnawa menegaskan, pembangunan Canggu harus tetap berorientasi pada keberlanjutan. Pertumbuhan ekonomi yang bersumber dari sektor pariwisata tidak boleh mengorbankan daya dukung lingkungan.

“Pembangunan dan penataan kawasan Canggu harus berjalan selaras dengan prinsip berwawasan lingkungan. Penanaman pohon di pinggiran Jalan Batu Mejan ini tidak hanya untuk estetika visual, tetapi juga bentuk investasi jangka panjang agar kawasan ini tetap nyaman, sejuk, dan lestari,” katanya.

Penataan jaringan utilitas menjadi pekerjaan penting mengingat Canggu terus berkembang sebagai kawasan wisata, hunian, dan pusat aktivitas ekonomi. Penataan yang lebih terintegrasi diharapkan dapat mengurangi polusi visual sekaligus memperkuat karakter kawasan.

“Kami ingin memastikan pembangunan fisik tidak berjalan sendiri. Penataan utilitas, penghijauan, serta pengembangan infrastruktur harus dirancang dalam satu kesatuan agar Canggu tetap mampu berkembang sebagai destinasi wisata kelas dunia tanpa kehilangan lingkungan yang nyaman dan asri,” jelasnya.

Baca juga:  PPKM Dadurat, Pengelola Objek Wisata Satwa Makin Berat Tutup Biaya Operasional

Kabid Bina Marga Dinas PUPR Badung, Teddy Widnyana Putra menyebutkan, penataan utilitas dilakukan secara bertahap. Penataan kabel utilitas akan dilakukan secara bertahap, dua kali selama sebulan. “Sesuai instruksi Bapak Bupati, kami akan lakukan pemotongan kabel sesuai dengan jadwal sebulan dua kali dengan ruas yang telah disepakati bersama provider. Kita terus bergerak, bersihkan setiap tahun dan kita bangun fasilitasnya. Hal ini untuk menjaga estetika pariwisata badung agar kembali tertata baik dari semrawutnya kabel utilitas,” ujarnya.

Aksi penghijauan di Jalan Batu Mejan pun mendapat respons positif masyarakat dan pelaku usaha. Pengayaan vegetasi di ruang publik diharapkan menjadi bagian dari solusi berbasis alam dalam menghadapi tekanan lingkungan di salah satu kawasan pariwisata tersibuk di Bali tersebut. (Parwata/balipost)

BAGIKAN