Sekda Bangli, I Dewa Bagus Riana Putra. (BP/Ina)

BANGLI, BALIPOST.com – Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di Kabupaten Bangli rencananya akan dikelola oleh PLN. Terkait hal itu, Pemerintah Kabupaten Bangli akan melakukan persiapan termasuk inventarisasi aset yang kondisinya sebagian besar mengalami kerusakan.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bangli, Dewa Bagus Riana Putra saat dikonfirmasi mengatakan terkait rencana pengalihan pengelolaan PLTS tersebut, ada sejumlah hal yang perlu dipersiapkan. Pertama, penyiapan aset yang akan dikelola oleh PLN. Untuk melakukan penyiapan diperlukan penilaian aset melibatkan instansi berwenang.

Kedua, pemerintah daerah akan mendata kondisi seluruh komponen jaringan maupun inventer PLTS. “Kami akan melakukan inventarisasi aset berupa inverter maupun jaringan PLTS yang ada, mengingat kondisi saat ini masih banyak yang rusak,” jelasnya.

Setelah proses penilaian dan inventarisasi aset tersebut rampung, Pemkab Bangli dan pihak PLN akan melanjutkan ke tahap berikutnya. “Setelah kedua hal tersebut baru kita melanjutkan proses kedua belah pihak yang sudah disepakati sesuai aturan perundang-undangan yang berlaku,” kata Riana.

Baca juga:  Belasan Aset Pemkot Belum Bersertifikat

Sebagaimana yang diketahui, pengelolaan PLTS akan dilakukan sepenuhnya oleh PLN. Rencana tersebut disambut baik Bupati Bangli, Sang Nyoman Sedana Arta. Ia mengakui selama ini Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli belum mampu mengoperasikan PLTS tersebut secara optimal akibat keterbatasan sumber daya manusia (SDM) dan kerusakan sejumlah perangkat. “Dengan diambil alih oleh PLN, saya kira semua akan lebih profesional karena PLN memang khusus menangani soal listrik,” ujar Sedana Arta.

Meskipun rencana pengalihan pengelolaan ini masih dalam tahap pembahasan, Sedana Arta optimistis Pemkab Bangli tetap akan mendapat manfaat dari aset milik Pemkab Bangli tersebut. “Bangli tetap akan dapat manfaat, mungkin dari sewa lahan,” ujarnya.

Baca juga:  PLN "Warning" Pelanggan Jangan Utak-atik kWh Meter, Ini Risikonya

Sebagaimana yang diketahui PLTS yang berkapasitas 1 MWpb tersebut saat ini tidak dapat menghasilkan listrik secara optimal. Kendala utamanya disebabkan oleh kerusakan sebagian besar unit inverter akibat tersambar petir yang hingga kini belum mendapatkan perbaikan.

Kondisi itu berpengaruh pada pendapatan yang diterima dari hasil penjualan listrik ke PLN. PLTS yang sebenarnya mampu menghasilkan pendapatan Rp75 juta hingga Rp90 juta per bulan, kini hanya mampu menghasilkan sekitar Rp15 juta per bulan.

Kabag Ekonomi Setda Bangli Dwi Wahyuni mengungkapkan turunnya produksi listrik PLTS dipicu oleh rusaknya mayoritas komponen inverter pada fasilitas yang dibangun pada 2013 tersebut. Dari total 50 unit inverter yang ada, saat ini hanya 14 unit yang masih aktif berfungsi. “Sisanya rusak. Karena pada April lalu kena sambaran petir sehingga menambah jumlah inverter yang rusak,” ungkapnya, beberapa waktu lalu.

Baca juga:  Pariwisata di Gianyar Lesu karena Wabah COVID-19, PLN Beri Kebijakan Khusus

Pada awal beroperasi tahun 2013, PLTS Bangli yang berlokasi di Dusun Bangklet, Desa Kayubihi itu mampu memproduksi listrik 1.210.013 kWh. Saat ini, produksinya hanya 22.564 kWh.

Dwi Wahyuni menjelaskan bahwa perbaikan inverter tidak bisa dilakukan dengan cepat karena perangkat PLTS yang dibangun tahun 2013 lalu itu memiliki komponen yang berat, dan suku cadangnya sudah tidak tersedia lagi di pasaran. (Dayu Swasrina/balipost)

BAGIKAN