Ketua Tim Task Force atau Satuan Tugas DPP Hanura, Patrice Rio Capella (depan) saat konsolidasi bersama DPC, DPD serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Bali, di Kuta, Rabu (2/9). (BP/suk)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) mulai memanaskan mesin politiknya di Bali sebagai persiapan menghadapi Pemilu 2029. Tim Task Force atau Satuan Tugas DPP Hanura yang dipimpin Patrice Rio Capella turun langsung ke Bali untuk memperkuat konsolidasi sekaligus menyuntikkan motivasi kepada para kader.

Konsolidasi digelar di Kuta, Rabu (2/9), dengan mengundang seluruh DPC bersama DPD serta anggota DPRD kabupaten/kota se-Bali. Pertemuan tersebut untuk menyamakan persepsi sekaligus memastikan seluruh jajaran Hanura di Bali bergerak dalam satu arah menghadapi Pemilu 2029.

Menurut Patrice, dari hasil pemetaan sementara, hampir 90 persen DPC Hanura di Bali telah terbentuk. DPP menargetkan seluruh struktur tersebut rampung 100 persen pada akhir September 2026.

“Sisanya kita dari DPP meminta pada akhir September 2026 semua sudah 100 persen selesai. Termasuk pemasangan papan merek,” ujarnya.

Kondisi struktur Hanura di Bali juga dinilai cukup menggembirakan. Namun, konsolidasi di tingkat bawah tetap menjadi perhatian agar mesin partai benar-benar berjalan hingga akar rumput.

Baca juga:  Perangkat Desa Wajib Melek Digital untuk Percepatan Layanan Publik

“Untuk Bali cukup mantap menurut kami, sudah hampir 100 persen, dan mudah-mudahan Bali terus bergerak menyiapkan konsolidasi untuk level bawah,” imbuhnya.

Konsolidasi organisasi dikebut dari tingkat provinsi hingga akar rumput, dengan target mengembalikan kekuatan politik Hanura di Bali melalui raihan 36 kursi DPRD sekaligus satu kursi DPR RI.

Selain pembenahan struktur, ia mengatakan Hanura juga mulai menyiapkan strategi elektoral yang lebih terukur. Potensi kader dan bakal calon legislatif akan dipetakan melalui survei secara berkala.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kekuatan kader sekaligus mengukur potensi elektoral Hanura di setiap wilayah. Dengan demikian, strategi pemenangan Pemilu 2029 dapat disusun berdasarkan kondisi dan kekuatan politik di lapangan

Secara nasional, DPP menargetkan konsolidasi mencakup 100 persen provinsi, 100 persen kabupaten/kota dan 100 persen kecamatan. Dari 514 kabupaten/kota di Indonesia, sekitar 470-an DPC disebut telah terbentuk. Sementara sebagian lainnya masih dalam proses penerbitan surat keputusan. Konsolidasi hingga tingkat PAC dan ranting juga terus dilakukan.

Optimisme DPP turut ditopang modal politik yang masih dimiliki Hanura. Pada Pemilu 2024, Hanura disebut meraih sekitar 1,008 juta suara secara nasional dan memiliki 525 kursi DPRD provinsi serta kabupaten/kota.

Baca juga:  Jumlahnya Tidak Masuk Akal, Pemerintah Didesak Keluarkan Data Akurat Babi Mati Mendadak

Di tengah agenda konsolidasi, Hanura juga melakukan perubahan identitas partai dengan mengganti logo menggunakan simbol singa. Pergantian logo tersebut disebut bukan sekadar perubahan atribut, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk membangkitkan kembali semangat dan daya juang kader.

Patrice yang juga Wakil Ketua DPP Hanura meminta seluruh kader, mulai tingkat pusat hingga ranting, bergerak dalam satu komando untuk mempromosikan sekaligus menggunakan branding baru partai.

Sementara Ketua DPD Hanura Bali Gde Wirajaya Wisna mengatakan kehadiran tim dari pusat memberikan banyak manfaat, terutama dalam menyelaraskan program dan strategi organisasi dengan tahapan Pemilu yang akan datang.

“Kami sangat mengapresiasi DPP, melalui Tim Task Force DPP Partai Hanura yang mempunyai program untuk memantau langsung dan memonitoring serta berdialog langsung dengan daerah,” ujar Gde Wirajaya.

Ia menyebut target 36 kursi DPRD Bali dan satu kursi DPR RI bukan sekadar angka, melainkan bagian dari upaya menghidupkan kembali atau me-reborn kekuatan Hanura di Pulau Dewata.

Baca juga:  Jelang Liga 1, Ini Dilakukan Polda Terkait Mafia Bola

Wirajaya mengatakan Hanura memiliki sejarah politik yang cukup kuat di Bali. Partai tersebut pernah mencapai perolehan hingga 27 kursi DPRD di Bali. Namun, saat ini Hanura hanya memiliki enam kursi DPRD kabupaten/kota.

Gde Wirajaya menegaskan, struktur Pengurus Anak Cabang (PAC) Hanura di Bali ditargetkan sudah terpenuhi pada akhir September 2026. Setelah target tersebut tercapai, konsolidasi akan dilanjutkan dengan berbagai program penguatan organisasi.

“Jadi struktur PAC itu sudah harus terpenuhi sampai dengan akhir bulan September 2026. Setelah itu progres-progres lanjutan, sehingga yang disampaikan oleh DPP, kita sudah kelar di awal tahun 2027 untuk memantapkan langkah Hanura menuju Pemilu 2029,” tegasnya.

Bali pun diproyeksikan menjadi salah satu wilayah yang terus diperkuat melalui konsolidasi struktur, pemetaan kader, serta strategi elektoral yang lebih terukur sebagai bagian dari persiapan menuju Pemilu 2029. (Suka Adnyana/balipost)

BAGIKAN