
SINGARAJA, BALIPOST.com – Kebakaran melanda tujuh unit rumah toko (ruko) dan satu unit rumah di Banjar Dinas Sila Darma, Desa Tejakula, Kecamatan Tejakula, Buleleng, Selasa (1/9) malam. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian material diperkirakan mencapai Rp700 juta.
Kapolsek Tejakula, AKP Gede Darma Diatmika dikonfirmasi Rabu (2/9) mengatakan kebakaran diketahui sekitar pukul 22.00 WITA. Saat kejadian, dua warga, Pande Made Sudiatmika (27) dan Pande Nyoman Sudiasa (20), mendengar teriakan anak-anak di jalan raya yang memberitahukan adanya kebakaran.
“Kedua saksi kemudian keluar rumah untuk memastikan sumber suara. Saat tiba di jalan raya, api sudah terlihat membesar dari salah satu ruko,” ujar AKP Gede Darma Diatmika.
Warga sempat berupaya memadamkan api menggunakan selang sembari meminta bantuan warga sekitar. Namun, kobaran api semakin membesar dan menjalar ke ruko lainnya.
Saksi kemudian menghubungi Bhabinkamtibmas Desa Tejakula, Polsek Tejakula, petugas pemadam kebakaran, serta PLN untuk memutus sementara aliran listrik di lokasi kejadian.
“Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 01.30 WITA. Dalam proses pemadaman, dikerahkan tiga unit mobil pemadam kebakaran,” jelasnya.
Akibat kebakaran tersebut, tujuh unit ruko yang digunakan untuk menyimpan dan menjual berbagai barang, seperti pakan ternak, tabung gas, minuman dan barang lainnya, terbakar. Selain itu, satu unit rumah milik Made Widiadnyana turut terdampak. Rumah tersebut berisi kasur, lemari, pakaian dan sejumlah barang rumah tangga.
Enam warga mengalami kerugian material akibat kejadian tersebut, yakni Made Murniati yang memiliki dua ruko, De Polih satu ruko, Luh Sayang dua ruko, Ketut Suwita satu ruko, Ketut Carini satu ruko, serta Made Widiadnyana selaku pemilik rumah.
Total kerugian sementara ditaksir mencapai Rp700 juta. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Mengenai penyebab kebakaran, AKP Gede Darma Diatmika mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan. Dugaan awal, api dipicu arus pendek atau korsleting listrik.
“Penyebab pastinya masih dalam penyelidikan,” pungkasnya. (Nyoman Yudha/balipost)










