Penangan pohon tumbang di sejumlah lokasi.(BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Angin kencang yang melanda Kabupaten Buleleng, Minggu (30/8), memicu sejumlah pohon tua tumbang di beberapa lokasi. Pohon yang telah mengalami pelapukan akibat faktor usia dan cuaca tersebut roboh setelah diterpa angin kencang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng mencatat sedikitnya enam lokasi terdampak pohon tumbang. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Buleleng dikerahkan untuk melakukan penanganan dan pembersihan material pohon yang mengganggu akses jalan maupun bangunan.

Salah satu kejadian terjadi di Jalan Gajah Mada, tepatnya di sebelah selatan Kantor Kodim 1609 Buleleng, sekitar pukul 10.11 WITA. Pohon beringin berukuran besar tumbang dan menutup badan jalan.

Baca juga:  Penataan Tukad Mati, Puluhan Pohon Perindang akan Ditebang 

Petugas TRC Regu II BPBD Buleleng langsung melakukan pemotongan dan pembersihan material pohon. Penanganan tersebut berhasil membuka kembali akses Jalan Gajah Mada sehingga lalu lintas kembali normal dan aman dilalui.

Pohon tumbang juga terjadi di Jalan Jelantik Gingsir, Kecamatan Sukasada. Kali ini pohon jenis santen berdiameter tumbang dan menimpa bagian depan sebuah ruko. Tumbangnya pohon tersebut menyebabkan kerusakan pada bagian depan bangunan.

Kepala Pelaksana BPBD Buleleng, I Gede Suyasa, mengatakan kondisi cuaca perlu diwaspadai menyusul informasi cuaca yang dibagikan BMKG. Angin kencang berpotensi terjadi hingga beberapa hari ke depan. “Dari BMKG sudah dibagikan informasi cuaca, memang hari ini dan besok akan ada angin,” ujarnya.

Baca juga:  Gubernur Koster Terima Aspirasi Serikat Pekerja Pariwisata

Menurut Suyasa, selain dua lokasi tersebut, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di sejumlah wilayah lainnya, di antaranya Lingkungan Sangket, Jalan Gajah Mada, Desa Pemaron, Desa Sangsit dan Desa Suwug. Di salah satu lokasi di Pemaron, pohon tumbang dilaporkan menimpa rumah, sementara di Suwug material pohon mengenai palinggih.

BPBD Buleleng masih melakukan pendataan dan penanganan di sejumlah lokasi untuk memastikan dampak yang ditimbulkan. “Ada enam lokasi, saat ini sedang penanganan, nanti kita rekap,” kata Suyasa.

Baca juga:  Rawan Tumbang Karena Cuaca Ekstrem, Aparat Gabungan Pangkas Pohon di Ruas Jalan Tembuku

Ia mengimbau masyarakat, khususnya warga yang beraktivitas atau bepergian di luar rumah, agar meningkatkan kewaspadaan saat terjadi angin kencang. Masyarakat diminta menghindari berteduh atau berhenti di bawah pohon berukuran besar, terutama pohon yang terlihat tua dan mengalami pelapukan.

“Kita tetap imbau masyarakat, terutama yang bepergian, dalam situasi seperti ini tetap berhati-hati dan menjauhi area pohon besar. Kebanyakan pohon sudah tua dan lapuk, banyak yang patah,” tegasnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN