Sejumlah kendaraan antri di Jalan Buluh Indah, Denpasar untuk mengisi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU), Jumat (28/8). (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Stok pertalite di wilayah Bali dalam kondisi aman di tengah antrean kendaraan yang masih terjadi di sejumlah SPBU, khususnya di Denpasar dan Badung.

Area Manager Communication, Relations & CSR PT Pertamina Patra Niaga Regional Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara (Jatimbalinus), Ahad Rahedi memastikan ketersediaan stok pertalite aman untuk kebutuhan masyarakat hari ini maupun ke depan.

“Aman,” ujar Ahad saat dikonfirmasi mengenai kondisi stok dan antrean panjang pembelian pertalite, Jumat (28/8).

Namun, kepastian stok tersebut tidak serta-merta berarti seluruh antrean di SPBU langsung terurai. Pertamina menyebut distribusi saat ini diarahkan secara prioritas ke SPBU yang memiliki tingkat permintaan tinggi.

“Saat ini pengiriman prioritas ke SPBU dengan tingkat permintaan yang tinggi,” kata Ahad.

Baca juga:  Segel Mesin Dispenser di 2 SPBU di Badung Akhirnya Dibuka

Kondisi antrean kendaraan di sejumlah SPBU sebelumnya terjadi seiring penyesuaian stok pertalite di beberapa titik suplai, khususnya Integrated Terminal (IT) Manggis dan Fuel Terminal (FT) Sanggaran.

Pertamina menyatakan kondisi tersebut bersifat sementara dan tengah ditangani melalui percepatan pasokan serta optimalisasi distribusi ke SPBU yang membutuhkan.

Pada Kamis (27/8), Pertamina bahkan meningkatkan penyaluran Pertalite menjadi 2.300 kiloliter (KL), naik 700 KL dibandingkan penyaluran sehari sebelumnya yang mencapai 1.600 KL melalui IT Manggis dan FT Sanggaran.

Tambahan pasokan tersebut diarahkan untuk mempercepat pemulihan stok dan mengurai antrean, terutama di wilayah dengan kebutuhan BBM tinggi.

Selain meningkatkan penyaluran, Pertamina juga memperkuat ketahanan stok melalui percepatan pasokan berikutnya. Pasokan ke IT Manggis dijadwalkan mencapai 22.000 KL, sedangkan ke FT Sanggaran sebesar 2.200 KL, yang dijadwalkan tiba pada Jumat (28/8).

Baca juga:  Gunung Agung Erupsi, Pasokan BBM dan Elpiji Masih Lancar

Ahad sebelumnya menyampaikan Pertamina terus memantau kondisi stok dan penyaluran secara intensif serta mengoptimalkan koordinasi antara terminal, mobil tangki dan SPBU.

“Kami memastikan langkah percepatan ini terus dilakukan hingga pelayanan di SPBU kembali normal,” ujarnya.

Di tengah kondisi tersebut, muncul pertanyaan mengenai apakah antrean dan sulitnya memperoleh Pertalite berkaitan dengan rencana pemerintah mengkaji kembali subsidi BBM atau rencana pembatasan pertalite?. Terkait hal tersebut, Ahad mengatakan pihaknya belum menerima detail teknis mengenai rencana kebijakan dimaksud.

Baca juga:  BRI Raih 3 Penghargaan di Pertamina Appreciation Night

“Belum ada detail teknis terkait rencana dimaksud,” katanya.

Dengan demikian, Pertamina menegaskan kondisi antrean yang terjadi saat ini berkaitan dengan penyesuaian stok di sejumlah titik suplai dan proses pemerataan distribusi, bukan karena adanya detail teknis kebijakan pembatasan Pertalite yang sudah diterapkan.

Pertamina juga mengimbau masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian secara berlebihan. Langkah tersebut dinilai penting agar ketersediaan stok tetap terjaga dan distribusi dapat berlangsung secara optimal serta merata.

Pertamina menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dirasakan masyarakat akibat antrean di sejumlah SPBU.

Masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut mengenai layanan dan ketersediaan BBM dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (Suardika/balipost)

BAGIKAN