Bupati Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta saat hadiri Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Massal di Desa Adat Kwanji, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi, Selasa (25/8). (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan adat, agama, serta tradisi masyarakat di Gumi Keris. Hal ini ditegaskan lewat kehadiran langsung Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa bersama Wabup Bagus Alit Sucipta dalam rangkaian upacara Karya Manusa Yadnya dan Pitra Yadnya Massal di Desa Adat Kwanji, Kelurahan Sempidi, Kecamatan Mengwi.

Sebagai wujud nyata dukungan tersebut, Pemkab Badung menyerahkan bantuan hibah keagamaan sebesar Rp700 Juta. Bantuan diserahkan secara simbolis oleh Bupati Adi Arnawa didampingi Wabup Bagus Alit Sucipta kepada Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka, di sela-sela prosesi ngajum sekah yang dipusatkan di Pura Dalem Desa Adat Kwanji, Selasa (25/8).

Baca juga:  Sekaa Teruna Eka Bhakti Gambarkan 4 Energi Semesta lewat Ogoh-ogoh "Kanda Pat Bhuta"

Bupati Adi Arnawa, mengapresiasi tinggi kekompakan dan semangat gotong royong krama Desa Adat Kwanji dalam menggelar upacara kolektif ini. Menurutnya, pelaksanaan yadnya massal menjadi solusi efektif untuk meringankan beban finansial krama tanpa sedikitpun mengurangi nilai spiritual dan kesucian ritual.

“Pemerintah Kabupaten Badung berkomitmen untuk senantiasa hadir meringankan beban masyarakat. Astungkara, pelaksanaan karya ini dapat berjalan lancar serta memberikan kerahayuan bagi seluruh warga,” ujar Adi Arnawa.

Baca juga:  Dari Penyebar Video Hoax RSU Bali Med hingga Gempa Kembali Guncang Karangasem

Sementara itu, Bendesa Adat Kwanji, I Nyoman Buda Arka menyampaikan apresiasi atas kehadiran dan dukungan nyata dari jajaran pimpinan daerah di tengah-tengah krama desa adat. Ia juga menjelaskan bahwa ritual massal ini merupakan agenda rutin yang lahir dari kesepakatan bersama warga.

Puncak upacara dijadwalkan berlangsung pada Jumat, 28 Agustus 2026. “Tahun ini, upacara mesangih/metatah (potong gigi) diikuti oleh 80 orang peserta. Sementara, untuk upacara mamukur/nyekah mencakup sebanyak 66 sawa,” jelas Buda Arka.

Baca juga:  Puluhan Pengusaha Tak Merespons Terkait Pendataan Karyawan Terdampak PHK di Pantai Bingin

Prosesi ini turut dihadiri oleh sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkup Pemkab Badung, Camat Mengwi, I Nyoman Suhartana, Lurah Sempidi, I Gusti Ayu Kade Oka Dewi Pertiwi, perwakilan Majelis Desa Adat (MDA), tokoh masyarakat setempat, serta krama Desa Adat Kwanji. (ADV/balipost)

BAGIKAN