Simulasi bencana gempa bumi di halaman Kantor BPBD Tabanan, Rabu (26/8). (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Menghadapi potensi bencana di tengah kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tabanan menggelar apel kesiapsiagaan dan simulasi bencana gempa bumi di halaman kantor BPBD Tabanan, Rabu (26/8). Kegiatan tersebut untuk meningkatkan kewaspadaan sekaligus memastikan kesiapan personel dan sarana prasarana (sarpras) dalam menghadapi bencana.

Apel diikuti sekitar 150 personel yang terdiri atas BPBD, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Satpol PP, Dinas PUPR, PMI, RAPI, Forum Relawan Bencana (FRB) dan Tagana. Kegiatan tersebut juga dihadiri Sekda Tabanan, I Gede Susila, Kalaksa BPBD Tabanan, Kadis DLH, Kepala Satpol PP, Kepala Dinsos, Kepala PMI, Kepala Dinas PUPR, serta unsur terkait lainnya.

Baca juga:  Pohon Tumbang Rusak Belasan Rumah Warga

Kalaksa BPBD Tabanan, I Nyoman Srinada Giri mengatakan, kesiapsiagaan menjadi perhatian lantaran kondisi kemarau panjang saat ini dikhawatirkan dapat meningkatkan risiko bencana kebakaran. Ancaman tersebut tidak hanya terjadi di lahan kosong, tetapi juga dapat menyasar permukiman warga. Penggunaan dupa (lupa mematikan dupa), korsleting atau arus pendek listrik serta sumber api lainnya menjadi sejumlah potensi penyebab kebakaran yang perlu diantisipasi.

Karena itu, selain apel dan simulasi gempa bumi, kegiatan dilanjutkan dengan pengecekan sarpras penanganan bencana. “Pemeriksaan ini untuk memastikan peralatan dan dukungan operasional dalam kondisi siap digunakan ketika sewaktu-waktu terjadi bencana,” ucapnya.

Baca juga:  Antisipasi Cuaca Ekstrem, Satsamapta Polres Gianyar Sisir Titik Rawan Bencana

BPBD Tabanan juga mengingatkan, kesiapsiagaan tidak boleh berhenti pada ancaman selama musim kemarau. Berdasarkan prediksi BMKG, kemarau panjang diperkirakan berlangsung hingga Desember 2026. Kondisi ini perlu disiasati sejak dini karena setelah kemarau berakhir, potensi bencana dapat bergeser seiring datangnya musim hujan.

Salah satu ancaman yang perlu diantisipasi adalah tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki karakteristik rawan. “Di Tabanan potensi longsor ada di kawasan seperti Baturiti, Penebel, Pupuan dan Marga,” ujarnya.

Baca juga:  Cuaca Buruk Picu Longsor hingga Senderan Jembatan Jebol

Untuk itu, masyarakat di wilayah rawan tersebut diimbau tidak melakukan penebangan pohon secara sembarangan yang berpotensi memperbesar kerawanan longsor. Selain juga simulasi gempa bumi untuk melatih kesiapan petugas menghadapi kondisi darurat. Penguatan kesiapsiagaan dinilai penting mengingat ancaman bencana di Tabanan tidak hanya berupa kebakaran dan longsor, tetapi juga gempa bumi serta potensi bencana lainnya. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN