
JAKARTA, BALIPOST.com – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (26/8) bergerak melemah 2 poin atau 0,01 persen menjadi Rp17.725 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.723 per dolar AS.
Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka, Ibrahim Assuabi, dilansir dari Kantor Berita Antara, menilai kurs rupiah melemah menjelang pidato Ketua The Fed Kevin Warsh di Simposium Jackson Hole.
“Pidato Warsh di Jackson Hole dapat memberikan indikasi yang lebih jelas mengenai pandangan The Fed terhadap keseimbangan antara inflasi yang persisten dan prospek ekonomi secara keseluruhan,” ucapnya.
Lebih lanjut, dia menerangkan bahwa pidato Warsh sangat penting karena para pelaku pasar menantikan kejelasan lebih lanjut mengenai kapan The Fed bersedia menyesuaikan kebijakan sebagai respons terhadap inflasi.
Warsh sempat menghadapi kritik terkait kurangnya kejelasan mengenai pandangan ekonominya, sehingga pidato di Simposium Jackson Hole berpotensi menjadi sinyal penting bagi pasar.
Di samping itu, para investor kini beralih pada data Personal Consumption Expenditures (PCE) AS yang akan dirilis pada hari ini.
“Laporan PCE akan memberikan gambaran tambahan mengenai kondisi ekonomi AS dan tekanan inflasi,” ungkap Ibrahim.
Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada hari ini juga bergerak melemah di level Rp17.717 per dolar AS dari sebelumnya Rp17.703 per dolar AS. (kmb/balipost)










