
DENPASAR, BALIPOST.com – Harga daging ayam belakangan mengalami kenaikan yang menyentuh Rp45.000 per kilogram. Normalnya, harga daging ayam berkisar Rp35.000 hingga Rp38.000 per kilogram. Terkait kenaikan harga tersebut Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia (Pinsar) Bali membeberkan beberapa alasan.
Ketua Pinsar Broiler Bali, I Wayan Eka Murka saat diwawancarai, Rabu (26/8), mengatakan, saat ini harga ayam di kandang mencapai Rp26.000 per kilogram dari normalnya mencapai Rp23.500 hingga Rp24.000 per kilogram. Tingginya harga ayam ini dikarenakan minimnya populasi ayam siap panen di tengah permintaan yang tinggi saat ini.
Lebih lanjut Eka Murka menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi minimnya populasi dan tingginya harga ayam saat ini. Pertama, dipengaruhi oleh minimnya serapan pada akhir Mei yang berlangsung hingga akhir Juni lalu dan membuat banyak ayam lambat panen. Minimnya serapan saat itu dikarenakan tidak banyaknya upacara di Bali yang masih masuk masa tenang usai Galungan serta fokus masyarakat lebih ke kebutuhan sekolah anak jelang tahun ajaran baru.
Kondisi tersebut berpengaruh pula pada tidak bisa atau maksimalnya pemasukan day old chicken (DOC) yang berdampak pada panen saat ini. Selain itu, banyaknya ayam panen lambat dengan berat besar saat itu juga membuat sebagian peternak ragu beternak untuk sementara dikarenakan kehabisan modal dan takut merugi kembali. “Jadi banyak peternak yang ragu saat itu memasukan DOC,” katanya.
Faktor lainnya yang mempengaruhi tingginya harga ayam saat ini yakni banyaknya kegiatan adat atau upacara yang dilakukan di Bali, seperti pernikahan, ngaben, dan sebagainya sehingga membuat serapan ayam tinggi. Selain itu, situasi pariwisata Bali yang masuk pada kondisi high season pada Juli-Agustus juga membuat permintaan tinggi. “Termasuk program MBG yang mulai berjalan pascalibur sekolah. Permintaan ayam jadi tinggi,” katanya.
Kondisi tersebut, kata dia, membuat ketersediaan ayam di peternak menjadi minim saat ini. Meski demikian, dia menekankan agar penjualan daging lebih diawasi terutama saat harga ayam turun agar dirasakan pula oleh masyarakat. “Karena pas harga turun kemarin harga ayam menyentuh Rp18.000 per kilogram. Sementara harga daging tetap tinggi,” imbuhnya. (Widiastuti/bisnisbali)










