Kapolres Buleleng.(BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pelaksanaan Buleleng Festival (Bulfest) 2026 selama enam hari berlangsung aman dan kondusif. Hingga hari terakhir pelaksanaan, Polres Buleleng memastikan belum menerima laporan terkait pencopetan, kehilangan kendaraan bermotor, maupun gangguan keamanan lainnya selama festival berlangsung.

Kapolres Buleleng AKBP Ruzi Gusman mengatakan, situasi keamanan selama pelaksanaan Bulfest secara umum berjalan sangat baik. Sebanyak 600 personel dikerahkan untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari lokasi festival, akses masuk, hingga sejumlah titik yang menjadi pusat aktivitas masyarakat.

“Secara umum situasinya sangat kondusif dan sangat aman. Sampai hari ini kami belum terima laporan adanya copet, adanya kehilangan kendaraan bermotor, dan sebagainya,” kata AKBP Ruzi saat ditemui, Selasa (25/8).

Menurut dia, kondusivitas Bulfest tidak terlepas dari keterlibatan berbagai unsur dalam pengamanan. Selain kepolisian, pengamanan juga melibatkan Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), Linmas, pecalang, serta masyarakat adat.

Baca juga:  Lepas 60 Peserta Kejurnas Time Rally, Wagub Bali: Momen Promosi Potensi Wisata Jembrana

Sinergi tersebut terutama terlihat dalam pengamanan kawasan festival dan area parkir yang menjadi salah satu titik dengan aktivitas masyarakat cukup padat. Kehadiran berbagai unsur pengamanan dinilai membantu menciptakan rasa aman bagi masyarakat maupun tamu yang datang menikmati rangkaian Bulfest.

AKBP Ruzi mengatakan pola pengamanan dan kolaborasi lintas unsur tersebut perlu terus dipertahankan pada pelaksanaan kegiatan serupa. Terlebih, kegiatan festival dengan jumlah pengunjung yang besar membutuhkan keterlibatan banyak pihak agar keamanan dapat dijaga secara bersama-sama.

Ia juga mengapresiasi respons masyarakat dan para tamu yang menilai pengamanan selama Bulfest berjalan dengan baik.

Baca juga:  Ratusan Personel Dikerahkan Amankan BulFest 2026, Aksi Copet Jadi Atensi Polres Buleleng

Sementara itu, terkait aktivitas moshpit yang terjadi saat penutupan Bulfest pada Minggu (23/8), polisi memilih pendekatan preventif. Kepolisian tidak membatasi euforia penonton selama tidak berkembang menjadi gangguan keamanan.

Namun, terhadap pengunjung yang kedapatan melakukan moshpit dan dinilai berpotensi memicu keributan, petugas langsung melakukan pengamanan sementara ke pos jaga.

“Yang melakukan moshpit tidak kami proses secara pidana. Hanya kami amankan ke pos jaga, agar tidak terjadi keributan, mencegah situasi berkembang dan mengganggu jalannya Bulfest,” jelasnya.

Meski sampai hari terakhir tidak terdapat laporan pencopetan maupun kehilangan, polisi tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah selama mengikuti kegiatan yang melibatkan banyak orang. Masyarakat yang mengalami atau mengetahui adanya tindak pidana juga diminta segera melapor kepada petugas.

Baca juga:  Sidang Putusan Bule Rusia Ditunda

“Kalaupun ada, ya laporlah. Kita siap tindak lanjuti,” kata AKBP Ruzi.

Ia berharap kegiatan seperti Bulfest dapat terus digelar dengan dukungan pengamanan yang baik. Selain menjadi ruang hiburan dan aktivitas masyarakat, festival juga dinilai memberikan dampak positif terhadap perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Menurutnya, semakin banyak kegiatan masyarakat yang berlangsung secara aman dan tertib, semakin besar pula peluang terjadinya perputaran ekonomi di Buleleng.

“Aspek keamanan menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan yang melibatkan masyarakat dalam jumlah besar dapat terus memberikan manfaat bagi daerah,” imbuhnya. (Yuda/balipost)

 

BAGIKAN