PMI Karangasem saat mendistribusikan air bersih kepada warga yang mengalami krisis di musim kemarau ini. (BP/istimewa)

AMLAPURA, BALIPOST.com – Memasuki musim kemarau pada 2026, ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah di Kabupaten Karangasem mulai habis. Kondisi tersebut, membuat warga mulai mengalami krisis air bersih.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih tersebut, selain membeli sendiri, warga juga memohon bantuan pendistribusian air bersih ke PMI Karangasem. Sementara, untuk permohonan air bersih ke BPBD Karangasem hingga saat ini masih nihil.

Ketua PMI Karangasem, I Gusti Ngurah Setiawan atau Gus Sombi mengungkapkan, pihaknya sebelumnya telah menyalurkan air bersih di sejumlah titik di wilayah Kabupaten Karangasem sesuai permohonan dari masyatakat yang mengalami krisis air bersih di musim kemarau ini.

Baca juga:  Masuki Musim Kemarau, Warga Besakih Mulai Beli Air Bersih

“Sebelumnya kita telah mendistribusikan air di sejumlah desa di Karangasem pada gelombang pertama dengan mendistribusikan sebanyak 13 kali dengan jumlah air sebanyak 65 ribu liter ke titik-titik warga yang mengalami krisis air bersih, di antaranya Kecamatan Kubu dengan lokasi di Banjar Bantas Kaja Desa Baturinggit, Banjar Juntal Kaja Desa Kubu Juntal, dan Banjar Adat Kutuh Punggul Bangbang Kaja,” ucapnya, pada Minggu (23/8).

Baca juga:  560 Warga Bangli Berangkat Jadi PMI hingga April 2026

Menurut Sombi, tidak menutup kemungkinan masih ada warga yang memohon bantuan pendistribusian air bersih. “Kemungkinan nanti ada permohonan di gelombang kedua. Apabila ada, kita dari PMI siap mendistribusikan air bersih sesuai permintaan dari masyarakat,” kata Gus Sombi.

Sementara itu, Kalaksa BPBD Karangasem, I Made Aditya Sugiharta, mengungkapkan, meskipun saat ini sudah memasuki musim kemarau, pihaknya belum menerima permohonan dari masyarakat terkait bantuan pendistribusian air bersih. “Sementara belum ada permintaan dari kelompok masyarakat di desa,” ujarnya.

Baca juga:  BPBD Buleleng Tambah Fasilitas MCK di Posko Pengungsian

Ia mengatakan pada tahun sebelumnya juga tidak ada warga yang memohon bantuan pendistribusian air bersih ke BPBD Karangasem. “Tahun 2025 kemarin tidak ada permohonan, yang ada permohonan masuk yakni, pada 2023 dan 2024 lalu,” katanya. (Eka Parananda/balipost)

BAGIKAN