
DENPASAR, BALIPOST.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali menegaskan saat ini belum ada laporan kasus Zika di Bali.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Provinsi Bali, dr. I Gusti Ayu Raka Susanti, M.Kes. yang diminta komentarnya soal peringatan Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat terkait virus Zika di Bali, mengatakan belum ada laporan kasus.
“Kalau di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika. Karena negara tropis, jadi wisatawan dihimbau untuk waspada bila bepergian. Suatu hal yang wajar,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (22/8).
Menurut Raka Susanti, upaya pencegahan terhadap Zika pada prinsipnya dapat dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk. Hal ini penting mengingat Zika merupakan penyakit yang dapat ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang juga dikenal sebagai vektor sejumlah penyakit lain, termasuk DBD.
Sementara itu, Dinas Pariwisata (Dispar) Bali memastikan wisatawan tidak perlu khawatir berlebihan untuk berlibur ke Pulau Dewata menyusul adanya peringatan AS itu.
Kepala Dispar Bali, I Wayan Sumarajaya, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan dinas terkait, termasuk Dinas Kesehatan Provinsi Bali. Berdasarkan informasi dari Dinas Kesehatan, hingga saat ini belum terdapat laporan kasus Zika di Bali.
“Terhadap hal ini kami sudah koordinasi dengan dinas terkait. Berdasarkan penjelasan Dinas Kesehatan Provinsi Bali bahwa di Bali sendiri belum ada laporan kasus Zika,” ujar Sumarajaya.
Meski demikian, Sumarajaya mengingatkan wisatawan untuk tetap melakukan langkah pencegahan. Menurutnya, Bali merupakan wilayah tropis sehingga kewaspadaan terhadap penyakit yang ditularkan melalui nyamuk merupakan hal yang penting, sebagaimana pencegahan terhadap demam berdarah dengue (DBD).
“Karena kita berada di negara tropis, penting untuk pencegahan, sama seperti DBD. Jadi wisatawan tetap waspada agar terhindar dari gigitan nyamuk,” katanya.
Ia mengimbau wisatawan untuk menjaga diri dari gigitan nyamuk selama bepergian di Bali. Pelaku usaha pariwisata dan seluruh unsur terkait juga diminta terus memberikan pelayanan terbaik serta memperhatikan aspek kesehatan dan kenyamanan wisatawan.
Sumarajaya sekaligus menegaskan agar peringatan kesehatan tersebut tidak menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap Bali sebagai destinasi wisata.
“Saya berharap para wisatawan tidak takut untuk datang ke Bali, karena Bali aman dan nyaman untuk berlibur,” tegasnya.
Sebelumnya, CDC pada 7 Agustus 2026 menerbitkan Travel Health Notice Level 2 untuk Zika di Indonesia dengan perhatian khusus terhadap Bali. CDC menyebut adanya laporan kasus Zika pada pelaku perjalanan yang kembali dari Bali dan meminta seluruh wisatawan yang bepergian ke Bali mengambil langkah pencegahan terhadap gigitan nyamuk serta penularan seksual selama dan setelah perjalanan.
CDC juga menjelaskan bahwa Zika umumnya menimbulkan gejala ringan atau bahkan tanpa gejala. Namun, infeksi Zika selama kehamilan dapat menyebabkan cacat lahir pada janin. Karena itu, CDC memberikan perhatian khusus bagi wisatawan yang sedang hamil atau merencanakan kehamilan.
Dalam klasifikasi CDC, Level 2 – Practice Enhanced Precautions berarti wisatawan diminta menerapkan langkah pencegahan tambahan. Level ini berbeda dengan Level 3 yang berisi imbauan untuk mempertimbangkan kembali perjalanan yang tidak penting, maupun Level 4 yang merupakan rekomendasi untuk menghindari seluruh perjalanan.
Dengan demikian, peringatan Level 2 tersebut bukan larangan perjalanan ke Bali. Fokusnya adalah meningkatkan kewaspadaan dan menerapkan langkah pencegahan selama serta setelah perjalanan.
CDC menyarankan wisatawan melindungi diri dari gigitan nyamuk. Bagi wisatawan yang mengalami gejala seperti demam, ruam, sakit kepala, nyeri sendi atau otot, serta mata merah selama atau setelah perjalanan, CDC menganjurkan untuk segera mendapatkan pemeriksaan medis. (Ketut Winata/balipost)










