
GIRI MENANG, BALIPOST.com – Korban yang meninggal akibat kejadian terbakarnya KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok pada Rabu (12/8) bertambah menjadi dua orang. Menyusul korban atas nama Ardian (37) dari Desa Gelogor, Kecamatan Kediri, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB) meninggal dunia pada Rabu (19/6/2026) sekitar pukul 17.05 WITA.
Korban meninggal dunia setelah mendapatkan penanganan intensif selama hampir sepekan di RSUD Tripat.
Kabar meninggalnya korban KMP Putri Yasmin dibenarkan oleh Kabid Pelayanan Medik pada RSUD Tripat Lobar drg. I Nyoman Adnyana Putra. “Iya betul (meninggal dunia), atas nama Ardian alamat Gelogor. Karena memang dari awal pada saat korban datang ke rumah sakit kondisi sudah parah,” katanya.
Pasien ini menjalani perawatan atau penanganan di RSUD Tripat selama sepekan, semenjak kejadian terbakarnya KMP Putri Yasmin pada Rabu (12/8).
Pada awal masuk ke rumah sakit korban langsung masuk ke P1 atau kode merah di Instalasi Gawat Darurat (IGD) dengan kondisi banyak menelan air laut sehingga memicu permasalahan pada pulmo paru-paru yang mengakibatkan kondisinya sewaktu-waktu bisa saja memburuk.
Selama sepekan dirawat di RSUD Tripat, kondisi pasien sempat membaik pada hari pertama dan kedua. Tetapi kondisi itu tidak bertahan lama, karena pada hari ketiga hingga selanjutnya, kondisinya kian memburuk. “Cuma hari pertama dan kedua sempat mengalami perbaikan kondisi, tapi pada hari ketiga dan seterusnya mengalami perburukan, tiba-tiba drop,” jelasnya.
Kondisi pasien kian memburuk mulai Selasa. Penanganan intensif pun terus dilakukan pihaknya terhadap pasien.
Bahkan pasien ditangani oleh empat dokter spesialis. Pihaknya sendiri telah mengumpulkan para dokter spesialis tersebut untuk meminta informasi perkembangan prognose pasien tersebut apakah dalam kondisi baik atau buruk.
“Keempatnya (dokter) bilang prognosenya buruk,tapi kami terus berusaha semaksimal mungkin,” imbuhnya.
Pihaknya belum tahu pasti penyebab kondisi pasien kian memburuk. Tetapi diduga pasien memilki penyakit bawaan sebelumnya, karena pasien tersebut memerlukan penanganan cuci darah. Pihaknya pun sedang menyusun riwayat penyakit yang dialami pasien hingga harus menjalani cuci darah.
Sedari awal, pihak rumah sakit telah memberi edukasi kepada keluarga terkait kondisi pasien selama menjalani perawatan di RSUD Tripat. Pihak rumah sakit telah berupaya melakukan penanganan maksimal terhadap pasien.
Jenazah korban rencananya dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan. “Kami sedang koordinasi untuk pemulangan jenazah,” pungkasnya.
Sementara itu Kepala Desa Gelogor A. Arman Iswara membenarkan warganya yang menjadi korban terbakarnya KMP Putri Yasmin meninggal di RSUD Tripat pada Rabu (19/8/2026) sore. “Saat ini jenazah sedang di rumah duka, rencananya besok (Kamis, red) setelah Zuhur dimakamkan,” ujarnya.
Sejumlah pihak pun berada di rumah duka, di antaranya dari pihak RSUD Tripat, Jasa Raharja dan unsur terkait.
Almarhum berangkat dari pelabuhan Padangbai menuju Lembar menggunakan KMP Putri Yasmin yang terbakar. Almarhum tercatat sebagai warga Dusun Gelogor Timur. Korban meninggalkan satu istri dan dua anak, paling besar duduk di kelas 1 SMA dan nomor dua masih berusia lima bulan. (kmb/suarantb)






