Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menjawab pertanyaan media saat kunjungannya ke Pelabuhan Lembar, NTB terkait kebakaran KMP Putri Yasmin, Rabu (12/8). (BP/kmb)

MATARAM, BALIPOST.com – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi memantau kondisi korban selamat dalam insiden kebakaran kapal KMP Putri Yasmin pada Rabu (12/8) di Pelabuhan Lembar, NTB.

Menhub sempat menyinggung kesimpangsiuran manifes jumlah penumpang, Pihaknya menyampaikan bahwa dari laporan manifes awal sebanyak 114 penumpang, belum ditambah crew kapal.

Ia mengakui ada perbedaan data penumpang. Biasanya ketika mengajukan surat izin berlayar yang diajukan posisi penumpang yang terdaftar.

Antara pelaporan waktu izin dan ketika kapal berlayar itu ada rentang waktu. Harusnya, kata dia, surat izin berlayar jika ada penambahan penumpang dilaporkan.

“Inilah salah satu yang menjadi evaluasi kami. Bahwa, walaupun surat izin berlayar sudah keluar data manifes itu, namun saat berlayar ada penambahan. Biar supaya pihak Basarnas tahu berapa jumlah korban yang dievakuasi. Pihak asuransi juga tahu berapa orang yang harus diberikan bantuan,” jelasnya.

Baca juga:  Bermain saat Banjir, Pelajar Meninggal Terseret Arus

Ia menambahkan, bagi keluarga penumpang yang ingin mencari tahu anggota keluarganya. Pihaknya akan membuka call center untuk layanan bantuan bagi masyarakat.

Menhub memastikan penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin tersebut akan diinvestigasi Tim KNKT. Selain itu, korban yang meninggal maupun luka-luka dipastikan mendapatkan asuransi.

Dalam kunjungannya itu, Menhub didampingi Guernur NTB H Lalu Muhammad Iqbal, Kepala Basarnas Mataram Muhamad Hariyadi bersama tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), KSOP dan jajaran PT ASDP Indonesia Ferry Lembar serta Kapolres Lobar. Menhub dan Gubernur bersama jajaran terkait mengadakan rapat tertutup di ruangan tunggu PT ASDP.

Baca juga:  Nilai Ekspor April Capai Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Dalam keterangan persnya di hadapan awak media, usai pertemuan tersebut Menhub mengatakan terkait penyebab kebakaran KMP Putri Yasmin perlu dilihat lagi musababnya. Namun pihaknya menyampaikan bahwa kapal tersebut laik melaut berdasarkan hasil pemeriksaan terakhir.

“Jadi kami belum berani terlalu cepat mengambil kesimpulan terkait penyebab dari kecelakaan ini. Sehingga evaluasi akan kami lakukan setelah kami tahu hasil penyelidikannya dari KNKT,” tegas Menhub.

Ditanya dugaan pemicunya dari sepeda listrik, Menhub menyampaikan hal itu belum bisa diastikan menjadi musababnya. Ia mengimbau agar tidak terburu-buru dalam menyimpulkan penyebab kebakaran tersebut. “Jadi mohon jangan terburu-buru dulu,”imbuhnya. Yang paling penting saat ini lanjut dia, adalah bagaimana korban telah tertangani dengan baik.

Baca juga:  Pergerakan Sektor Penerbangan Meningkat, Ribuan Orang Datang dari Luar Negeri Per Hari

Lebih lanjut soal hak korban berupa asuransi, dipastikan akan diurus. Bagi korban yang meninggal dunia juga mendapatkan asuransi.

Sedangkan korban luka-luka akan mendapatkan jaminan perawatannya.

Sementara itu, Gubernur NTB H Lalu Muhammad Iqbal menambahkan dari laporan terdapat 1 orang yang meninggal dunia. “Yang lainnya Alhamdulillah bisa selamat,” katanya.

Pihaknya mengapresiasi gerak cepat pada semua pihak yang terlibat dalam penanganan insiden ini, meskipun di tengah laut dengan arus yang sangat deras. Namun dalam waktu relatif pendek, dimana kejadian pad pukul 04.20 WITA, dua jam kemudian enam kapal berada di lokasi untuk mengevakuasi. Dan berkat kecepatan itu, para penumpang bisa dievakuasi. (kmb/suarantb)

BAGIKAN