Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba memimpin apel kesiapan Sabuk Kamtibmas yang melibatkan pecalang, ormas, dan pengaman swakarsa lainnya. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Upaya menjaga keamanan tidak bisa hanya mengandalkan aparat kepolisian, mesti melibatkan kekuatan masyarakat hingga tingkat banjar dan desa. Oleh karena itu, Polres Badung memperkuat sistem deteksi dini dan terkait konflik sosial skala kecil akan mengedepankan peran tolong agama (toga) serta adat.

“Kapolres Badung, AKBP Joseph Edward Purba menginisiasi program Sabuk Kamtibmas yang merupakan simbol keterikatan dan kerja sama erat antara Polri dengan masyarakat. Tujuannya menutup celah kerawanan di seluruh wilayah mulai jalan protokol hingga gang di pelosok banjar,” kata PS Kasubsipenmas Sihumas Polres Badung, Aiptu Ni Nyoman Ayu Inastuti, Sabtu (15/8).

Baca juga:  Belanja Bahan Penunjang Medis, Bandung Anggarkan Miliaran Rupiah

Selain itu, menurut Aiptu Ayu, untuk memperkuat sinergitas antara Polri dan elemen masyarakat dalam memelihara situasi kamtibmas yang kondusif. Sabuk Kamtibmas diharapkan mampu memperkuat sistem deteksi dini kolektif, mengoptimalkan satkamling modern, serta meningkatkan patroli gabungan di wilayah hukum Polres Badung.

Kapolres juga mendorong seluruh elemen untuk aktif melaporkan setiap potensi gangguan keamanan melalui Bhabinkamtibmas maupun call center 110 agar dapat ditangani secara cepat dan tepat. Ia juga mengimbau masyarakat agar terus menghidupkan budaya menjaga lingkungan, memperkuat komunikasi antarwarga, serta memanfaatkan sarana pengamanan berbasis teknologi seperti CCTV dan grup koordinasi digital.

Baca juga:  Bupati Giri Prasta Hadiri Kenal Pamit Kapolres Badung

Menurutnya, partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam mencegah berbagai potensi gangguan kamtibmas, termasuk penyalahgunaan narkoba, judi online, konflik sosial, maupun kejahatan jalanan. “Konflik sosial skala kecil diharapkan bisa diselesaikan melalui kolaborasi tokoh adat dan agama serta tiga pilar secara restorative justice,” tegasnya.

Selain itu pihaknya tetap konsisten melaksanakan patroli gabungan skala besar melibatkan TNI, Polri, Satpol PP, dan pengamanan swakarsa pada jam rawan. Dengan adanya Sabuk Kamtibmas, Polres Badung berharap terbangun kemitraan yang semakin solid antara kepolisian, pecalang, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan (ormas), dan seluruh warga.

Baca juga:  Kolaborasi Sosial Vaksinasi

Dengan kolaborasi yang kuat, sistem deteksi dini dapat berjalan lebih efektif sehingga keamanan dan ketertiban di Kabupaten Badung tetap terjaga secara berkelanjutan. (Kerta Negara/balipost)

BAGIKAN