Pengendara melewati Tol Bali Mandara, Bali. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung bersiap memperkuat porsi kepemilikan saham pada badan usaha pengelola Tol Bali Mandara, PT Jasamarga Bali Tol. Langkah strategis ini diambil guna mendorong perluasan jaringan infrastruktur sekaligus memperkuat opsi diversifikasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) di luar sektor pajak daerah.

Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengungkapkan bahwa peluang penambahan modal tersebut terbuka menyusul adanya kebijakan pemerintah pusat terkait penataan porsi kepemilikan saham dari sejumah pemegang saham yang tidak lagi menjadikan bisnis jalan tol sebagai prioritas utama. Pemkab Badung mengalokasikan ancang-ancang anggaran sekitar Rp 85 miliar guna merealisasikan penambahan porsi kepemlikan saham tersebut.

“Ini peluang buat kita untuk menambah saham di Jasa Marga Tol ini. Kalau itu bisa diambil, mungkin total kita punya saham bisa mencapai sekitar 15 persen. Kita persiapkan anggaran sekitar Rp 85 miliar,” ujar Adi Arnawa disela rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (13/8).

Baca juga:  Rayakan Galungan, Umat Hindu Diminta Taat Prokes dan Tidak Jor-joran

Langkah memperbesar kepemilikan saham ini beririsan langsung dengan rencana jangka panjang Pemkab Badung dalam mengawal kelanjutan pembangunan infrastruktur transportasi bebas hambatan di wilayah Bali Selatan. Pemkab Badung mendorong agar jaringan jalan tol yang saat ini rampung hingga kawasan Nusa Dua dapat dilanjutkan penyambungannya hingga menembus kawasan Sawangan.

Di samping pembenahan konektivitas publik, penambahan modal ini dirancang sebagai instrumen diversifikasi penerimaan daerah. Pemkab Badung berkomitmen menekan ketergantungan pada penerimaan pajak daerah dengan cara mengoptimalkan investasi dividen pada badan usaha dan BUMD.

Baca juga:  Dari Badung Diterjang Puluhan Bencana hingga Hentikan Pembiaran Pelanggaran Tata Ruang

“Ini bagian dari diversifikasi pendapatan. Tidak hanya di sektor pajak, sektor perusahaan daerah juga kita dorong untuk ikut meningkatkan penerimaan. Langkah ini diharapkan mampu membantu mendongkrak PAD Badung secara berkelanjutan,” tegasnya.

Mengenai imbal hasil investasi, Adi Arnawa mengakui penerimaan dividen jalan tol saat ini belum masuk ke kas daerah secara optimal. Hal tersebut lantaran alokasi pendapatan tol masih difokuskan untuk penyelesaian kewajiban utang dan pinjaman pembiayaan pembangunan konstruksi sebelumnya. Namun, ia optimis hasil investasi ini dapat dinikmati dalam waktu tiga hingga empat tahun mendatang.

Kendati potensi bisnis jalan tol cukup menjanjikan, Pemkab Badung menegaskan belum menetapkan keputusan final. Rencana penyertaan modal senilai Rp 85 miliar ini masih dalam tahap pengkajian mendalam dengan mempertimbangkan kemampuan kapasitas fiskal daerah serta persetujuan resmi dari DPRD Badung.

Baca juga:  Viral Truk Milik Badung Buang Sampah ke TPA Suwung, Ini Penjelasan DLHK

Untuk diketahui komposisi kepemilikan saham di PT JBT saat ini adalah, PT Jasa Marga (Persero) Tbk 64,44 persen, PT Pelabuhan Indonesia (Persero) / Pelindo 13,86 persen, Pemerintah Provinsi Bali 6,32 persen, Pemerintah Kabupaten Badung 6,32 persen, PT Angkasa Pura 6,31 persen, PT Adhi Karya (Persero) Tbk 0,79 persen, PT Hutama Karya (Persero) 0,79 persen, PT Pengembangan Pariwisata Indonesia (Persero) 0,79 persen, dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk 0,40 persen.(Parwata/balipost)

BAGIKAN