Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). (BP/Antara)

JAKARTA, BALIPOST.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal pekan, Senin sore (10/8), ditutup melemah seiring adanya kombinasi sentimen dari tingkat domestik dan global.

IHSG ditutup melemah 44,28 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.365,37. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 6,16 poin atau 0,96 persen ke posisi 634,13.

“Pergerakan IHSG dipengaruhi katalis sentimen eksternal dan juga internal,” ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dikutip dari Kantor Berita Antara.

Dari dalam negeri, hasil survei Bank Indonesia (BI) melaporkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 menunjukkan perlambatan, yang mana turun menjadi 116,8 dari bulan sebelumnya di posisi 117,8.

Meskipun secara level berada pada tingkat optimis (indeks >100), namun demikian penurunan IKK tersebut memberikan indikasi melemahnya daya beli konsumen seiring kondisi ekonomi rumah tangga.

Penurunan tersebut juga di dukung oleh Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang tetap berada pada level optimis masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, atau lebih rendah dibandingkan dengan indeks bulan sebelumnya masing-masing sebesar 109,2 dan 126,4.

Baca juga:  Waspada Hujan dan Angin Kencang, Cek Prakiraan Cuaca Bali 6 Januari 2026

Dari mancanegara, bursa regional Asia cenderung bergerak menguat setelah laporan pekerjaan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan, menunjukkan kontraksi tidak terduga dalam lapangan kerja bulan Juli 2026.

Dengan demikian, data tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.

Sementara itu, jumlah pekerjaan nonpertanian secara tak terduga menurun sebesar 23.000 pada bulan Juli, sementara revisi penurunan tajam pada dua bulan sebelumnya semakin menandakan memburuknya kondisi pasar tenaga kerja.

Pelaku pasar sekarang memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, atau turun dari 67 persen seminggu sebelumnya.

Di sisi lain, pelaku pasar kini mengalihkan perhatian mereka ke data inflasi AS penting yang akan dirilis minggu ini untuk mendapatkan petunjuk tambahan tentang prospek kebijakan moneter.

Baca juga:  Pemindahan Pedagang Pelataran Pasar Ditunda

Sementara itu, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah karena Iran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun Washington mengklaim bahwa kesepakatan sudah dekat.

Selain itu, Teheran juga mempertahankan tuntutan untuk mengakhiri blokade angkatan laut AS, pencabutan sanksi, dan kompensasi atas kerusakan terkait perang sebelum menyetujui kesepakatan apa pun.

Kekhawatiran pasokan semakin meningkat setelah Houthi yang bersekutu dengan Iran mengatakan mereka menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco.

Dibuka menguat, IHSG bergerak ke teritori negatif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih betah di zona merah hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, dua sektor menguat yaitu dipimpin sektor barang konsumen primer yang turun 1,15 persen, diikuti oleh sektor infrastruktur dan sektor industri yang turun masing-masing sebesar 1,10 persen dsn persen.

Baca juga:  Presiden Bertolak ke Malang Kunjungi Korban Tragedi Kanjuruhan

Sedangkan sembilan sektor melemah yaitu sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,60 persen, diikuti oleh sektor industri dan sektor barang barang konsumen primer yang turun masing-masing sebesar 0,38 persen dan 0,34 persen.

Adapun saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar yaitu GIAA, GMFI, SULI, STAR dan IOTF. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan harga terbesar yakni FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.607.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 45,45 miliar lembar saham senilai Rp18,18 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 340 saham menurun dan 317 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain indeks Nikkei menguat 2,22 persen ke 67.064,00, indeks Shanghai menguat 0,67 persen ke 3.966,59, indeks Hang Seng menguat 1,05 persen ke 25.937,49, indeks Kospi menguat 0,65 persen ke 6.299,66, dan indeks Strait Times menguat 1,05 persen ke 5.694,43. (kmb/balipost)

BAGIKAN