Proyek pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli berkonsep arsitektur tradisional Sikut Satak kini sedang dalam pengerjaan. (BP/Ina)

 

BANGLI, BALIPOST.com – Proyek pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli berkonsep arsitektur tradisional Sikut Satak kini sedang dalam pengerjaan. Untuk memastikan proyek bernilai Rp30,29 miliar tersebut berjalan sesuai rencana, Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta meninjau langsung ke lokasi pengerjaan, Jumat (7/8).

Dalam peninjauannya tersebut, Bupati didampingi Wakil Bupati I Wayan Diar dan Kepala Dinas PUPRPerkim Bangli Dewa Agung Suryadarma. Sedana Arta menegaskan, pentingnya pengawasan sejak awal pengerjaan untuk menghindari terjadinya kesalahan teknis. “Penekanan supaya diawasi lebih ketat terkait perencanaan apa saja yang sudah masuk biar pekerjaan tidak bolak -balik. Lebih baik dari awal sudah diawasi,” ujar Sedana Arta.

Baca juga:  Sampaikan Aspirasi Soal Ini, Gubernur Koster Audiensi ke DPR RI

Sementara itu Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PUPR Bangli, I Komang Ariana, menyampaikan progres pengerjaan fisik saat ini berada pada posisi positif 6 persen. Pihaknya mengingatkan pelaksana proyek agar memperhatikan waktu pelaksanaan dan mengantisipasi hambatan akibat cuaca.

Proyek pembangunan rumah jabatan Bupati Bangli berkonsep arsitektur tradisional Sikut Satak tersebut dikerjakan oleh PT Mardika Griya Prasta dengan pengawasan CV Jaya Desain. Proyek dengan kontrak pada Mei tersebut dikerjakan selama 210 hari.

Baca juga:  Sidang Korupsi Pengadaan Masker, Terdakwa Ajukan Keberatan

Sebagaimana yang diketahui rumah jabatan Bupati Bangli berkonsep arsitektur tradisional Sikut Satak dibangun di atas lahan seluas 50 are. Desainnya akan mencerminkan arsitektur Bali khas Bangli, lengkap dengan fasilitas seperti Bale Ancak Saji, Bale Pertemuan, Bale Paon, Bale Kerta Pengajahan, Bale Munjungsari, Merajan, Bale Gedong, Tugu dan lainya.

Pembangunan rumah jabatan sikut satak ini disebut sebagai wujud nyata dari upaya pemerintah daerah dalam menghargai dan melestarikan budaya Bali. Inisiatif pembangunan rumah jabatan dengan konsep sikut satak ini bukan hanya menjadi simbol kebanggaan daerah, tetapi juga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga tradisi lokal. (Dayu Swasrina/balipost)

Baca juga:  Jelang KTT G20, Pemilik Kendaraan Diimbau Tak Gunakan Knalpot Brong
BAGIKAN