Suasana Badung UMKM Week 2026 di salah satu pusat perbelanjaan Kuta, pada 24–30 Juli 2026. (BP/Istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pelaku UMKM Badung kembali membuktikan daya saingnya. Selama tujuh hari, 32 pelaku UMKM berhasil membukukan omzet Rp217.128.000 dalam gelaran Badung UMKM Week 2026 yang berlangsung di salah satu pusat perbelanjaan Kuta, pada 24–30 Juli 2026.

Capaian ini menjadi sinyal kuat bahwa produk lokal Badung semakin diminati masyarakat, khususnya di kawasan wisata strategis seperti Kuta. Antusiasme pengunjung terlihat konsisten sejak hari pertama hingga penutupan acara.

Sekretaris DiskopUKMP Badung, I Made Wirya Santosa, mengatakan capaian tersebut menjadi hasil positif bagi para peserta. Bahkan, sejumlah UMKM unggulan mampu mencatatkan penjualan yang signifikan setiap harinya.

Baca juga:  Kebakaran Terminal Domestik Bandara, Dipastikan Akibat Ini

“Omzet penjualan seluruh peserta pameran menembus angka Rp200juta selama sepekan. Bahkan, sejumlah UMKM unggulan mencatatkan penjualan hingga di atas Rp4 juta per hari,” ujarnya saat menutup Badung UMKM Week 2026.

Data DiskopUKMP Badung menunjukkan tren transaksi yang stabil. Hari pertama mencatat Rp36.817.000, disusul Rp28.609.500 pada hari kedua, Rp34.789.000 di hari ketiga, Rp30.007.500 hari keempat, Rp24.630.500 hari kelima, Rp24.989.000 hari keenam, dan melonjak menjadi Rp37.285.000 pada hari ketujuh.

“Capaian tersebut menjadi salah satu indikator tingginya antusiasme masyarakat terhadap produk lokal Badung sekaligus menunjukkan semakin terbukanya peluang pasar bagi pelaku UMKM melalui ajang pameran yang digelar Pemerintah Kabupaten Badung ini”, terang Wirya.

Baca juga:  Alami Peningkatan, Tren Transaksi Belanja Online di Bali

Tak hanya omzet yang menggembirakan, jumlah peserta juga meningkat. Tahun ini sebanyak 32 UMKM ambil bagian, naik dari 28 peserta pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Pada 2026, sebanyak 32 pelaku UMKM lokal difasilitasi untuk ambil bagian, meningkat dibandingkan penyelenggaraan sebelumnya yang menampung 28 UMKM”, lanjut Wirya.

Badung UMKM Week 2026 juga membuka peluang jejaring bisnis. Para pelaku usaha aktif membangun relasi, menjajaki kerjasama, hingga memperluas pasar.

Baca juga:  Bangunan di TWA Penelokan Akhirnya Dibongkar

“Pameran ini tidak hanya memfasilitasi transaksi langsung kepada konsumen, tetapi juga membuka jembatan kerjasama antar-UMKM serta mitra bisnis eksternal,” katanya.

Dengan capaian ini, DiskopUKMP Badung mendorong pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kualitas produk dan memperkuat identitas merek. Targetnya, produk lokal Badung mampu bersaing tidak hanya di pasar nasional, tetapi juga menembus pasar global.

“Harapan besar kami di DiskopUKMP Badung adalah membawa brand dan produk lokal Badung agar tidak hanya menguasai pasar nasional, tetapi juga merambah pasar internasional,” tutupnya. (Parwata/balipost)

BAGIKAN