Pengunjung antusias antre menunggu pesanan makanan dan minuman gratis di Bichito Coffee, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Program berbagi kuliner gratis yang digagas Gubernur Bali, Wayan Koster dalam rangka peringatan Tumpek Krulut atau Hari Kasih Sayang Bali membawa berkah bagi pelaku UMKM di Kabupaten Buleleng. Salah satunya dirasakan Bichito Coffee, Jalan Gajah Mada, Kelurahan Banjar Jawa, Singaraja, yang kebanjiran pengunjung hingga menghabiskan sekitar 700 cangkir kopi dalam sehari, Sabtu (1/8).

Sejak siang hingga malam, kedai kopi tersebut dipadati masyarakat yang ingin menikmati kopi gratis dalam program yang digelar Pemerintah Provinsi Bali. Pengunjung datang silih berganti, mulai dari kalangan anak muda, keluarga, hingga pasangan. Bahkan, seluruh stok bahan baku habis sehingga pemesanan harus ditutup lebih awal.

Owner Bichito Coffee, Wayan Sudira, mengatakan antusiasme masyarakat jauh melampaui perkiraan. Hingga pukul 20.00 WITA, sekitar 700 cangkir kopi yang disiapkan telah ludes. “Pesanan kami tutup lebih awal karena stok bahan baku sudah habis. Antusiasme masyarakat sangat tinggi,” ujarnya, Minggu (2/8).

Baca juga:  Professor Harvard Jelaskan Peran BRI Sebagai Bank yang Kuat di UMKM

Untuk mengantisipasi lonjakan pengunjung, pihaknya membagi pelayanan menjadi dua sesi, yakni pukul 11.00-14.00 WITA dan dilanjutkan pukul 17.00 WITA hingga malam. Langkah itu ditempuh karena kapasitas mesin kopi yang digunakan masih berskala UMKM sehingga penyajian tidak memungkinkan dilakukan sekaligus dalam jumlah besar. “Kalau kopi tidak bisa dibuat sekaligus dalam jumlah besar. Karena itu kami atur dua sesi supaya pelayanan tetap maksimal,” katanya.

Sudira mengakui program yang diinisiasi Gubernur Koster tersebut memberikan dampak positif bagi pelaku usaha lokal. Selain meningkatkan kunjungan, kegiatan itu juga menjadi ajang memperkenalkan produk UMKM kepada masyarakat yang lebih luas. “Terima kasih sudah mempercayakan Bichito Coffee menjadi salah satu lokasi pelaksanaan Hari Kasih Sayang Bali. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena dampaknya sangat positif bagi UMKM,” ucapnya.

Baca juga:  Capai Target 1.200 T Investasi di 2022, 3 Sektor Ini akan Digenjot

Salah seorang pengunjung, Ayin, mengaku mengetahui informasi mengenai program kopi gratis tersebut dari media sosial. Meski baru pertama kali datang ke Bichito Coffee, ia rela mengantre sejak sore untuk menikmati kopi bersama temannya. “Di sini dari jam enam sore. Tahu informasinya dari media sosial, awalnya teman yang lebih dulu dapat info,” katanya.

Menurut Ayin, Tumpek Krulut sudah dikenal sejak kecil sebagai hari yang mengajarkan nilai kasih sayang. Karena itu, ia menilai perayaan melalui kegiatan berbagi di coffee shop menjadi cara yang menarik untuk memperkenalkan kembali makna hari suci tersebut kepada generasi muda.

Sementara itu, Wakil Bupati Buleleng, Gede Supriatna mengatakan program berbagi kuliner gratis merupakan upaya Pemerintah Provinsi Bali menghidupkan kembali makna Tumpek Krulut sebagai Hari Kasih Sayang Bali.

Baca juga:  Wani, Potensi Pasar Besar Tapi Pengembangan Masih Terbatas

Menurutnya, selama ini masyarakat lebih mengenal Valentine’s Day sebagai momentum mengungkapkan kasih sayang. Padahal, Bali telah memiliki tradisi yang mengandung nilai serupa melalui Tumpek Krulut. “Ini mengingatkan masyarakat bahwa Bali juga memiliki Hari Kasih Sayang, yaitu Tumpek Krulut, yang berakar pada tradisi dan budaya sendiri,” ujarnya.

Ia menambahkan, coffee shop dipilih sebagai lokasi kegiatan karena kini menjadi ruang berkumpul generasi muda. Melalui konsep tersebut, pemerintah berharap nilai-nilai Tumpek Krulut dapat disampaikan dengan cara yang lebih dekat dan relevan. “Bukan sekadar minum kopi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengingat dan memahami kembali nilai kasih sayang yang diwariskan dalam tradisi Bali,” tandasnya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN