Antusiasme masyarakat ikuti pelayanan CKG di RSUD Dharma Yadnya yang digelar untuk memperingati Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – RSUD Dharma Yadnya Provinsi Bali melayani 51 masyarakat dalam kegiatan Pelayanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digelar untuk memperingati Rahina Tumpek Krulut, Sabtu (1/8).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan Pemerintah Provinsi Bali untuk menghadirkan layanan kesehatan gratis sebagai implementasi nilai kasih sayang dan kepedulian kepada sesama dalam perayaan Tumpek Krulut.

Pelayanan berlangsung di Poliklinik Interna RSUD Dharma Yadnya, Jalan WR Supratman No. 256, Denpasar, mulai pukul 09.00 hingga 14.00 WITA. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum yang datang langsung ke lokasi pelayanan.

Selama kegiatan, peserta memperoleh pemeriksaan kesehatan umum, pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah sewaktu, pemeriksaan oleh dokter spesialis penyakit dalam, konsultasi medis, hingga edukasi kesehatan.

Baca juga:  Obati Kerinduan Penggemarnya, Gubernur Koster Puji Seniman Drama Gong Lawas

Direktur RSUD Dharma Yadnya Provinsi Bali, dr. Kadek Iwan Darmawan, MPH., menyebutkan bahwa pelayanan kesehatan gratis tersebut bertujuan memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan, mendeteksi dini faktor risiko penyakit, memberikan konsultasi dan edukasi secara langsung, sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala.

Hasil pemeriksaan menunjukkan seluruh peserta menjalani skrining gula darah sewaktu. Nilai gula darah terendah tercatat 71 mg/dL, sedangkan nilai tertinggi mencapai 208 mg/dL dengan rata-rata 113,24 mg/dL. Dari 51 peserta, sebanyak lima orang atau sekitar 9,8 persen memiliki hasil gula darah di atas atau sama dengan 140 mg/dL sehingga memerlukan perhatian dan tindak lanjut. Dua di antaranya bahkan mencatat hasil gula darah mencapai atau melebihi 200 mg/dL sehingga direkomendasikan memperoleh evaluasi klinis secara prioritas.

Baca juga:  Ini, Sanksi 6 Petugas Pos Gilimanuk yang OTT

Berdasarkan analisis hasil skrining, sebanyak 45 peserta atau 88,2 persen memiliki hasil gula darah di bawah 140 mg/dL sehingga tidak menunjukkan peningkatan bermakna pada skrining awal. Tiga peserta atau 5,9 persen berada pada rentang 140–199 mg/dL dan dianjurkan menjalani pemeriksaan lanjutan seperti gula darah puasa atau HbA1c. Sementara dua peserta atau 3,9 persen dengan hasil gula darah di atas 200 mg/dL disarankan segera menjalani evaluasi dokter untuk penilaian faktor risiko dan penanganan lebih lanjut.

Baca juga:  CKG Mulai Diluncurkan di Klungkung, Sasar Siswa SD

Sebagai tindak lanjut, seluruh peserta memperoleh penjelasan mengenai hasil pemeriksaan serta edukasi kesehatan dasar. Bagi peserta yang memiliki hasil skrining di atas normal diberikan anjuran untuk melakukan kontrol lanjutan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) setelah obat yang diterima habis, sehingga kondisi kesehatannya dapat dipantau secara berkesinambungan.

Iwan mengapresiasi kepada Pemerintah Provinsi Bali, tenaga kesehatan, serta seluruh petugas yang telah mendukung kelancaran kegiatan. Rumah sakit berharap pelayanan serupa dapat terus menjadi sarana meningkatkan mutu pelayanan kesehatan sekaligus mendorong masyarakat semakin peduli terhadap deteksi dini penyakit dan pemeriksaan kesehatan secara rutin. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN