
DENPASAR, BALIPOST.com – Memperingati Rahina Tumpek Krulut yang dimaknai sebagai hari kasih sayang, RSUD Bali Mandara menggelar kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi masyarakat, Sabtu (1/8). Kegiatan yang dipusatkan di Lobby Gedung Kanker RSUD Bali Mandara ini disambut antusias masyarakat dengan total 32 peserta mengikuti berbagai layanan pemeriksaan kesehatan.
Direktur Utama RSUD Bali Mandara, dr. IGN Putra Dharma Jaya, M.Kes., mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk kepedulian rumah sakit dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya deteksi dini kondisi kesehatan sekaligus memberikan pelayanan promotif dan preventif kepada masyarakat.
Pelaksanaan kegiatan didukung tim kesehatan lapangan yang terdiri atas satu dokter, dua perawat, dua petugas rekam medis, dua apoteker, dua petugas laboratorium, satu petugas humas, tiga petugas promosi kesehatan, serta dua orang dari unsur manajemen rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, peserta memperoleh layanan pemeriksaan medis umum, pengukuran berat badan, lingkar perut, tekanan darah, pemeriksaan laboratorium berupa gula darah sewaktu dan kolesterol, konsultasi langsung dengan dokter, hingga edukasi kesehatan dari tim Promosi Kesehatan RSUD Bali Mandara.
Dari hasil pemeriksaan, sejumlah peserta terindikasi memiliki tekanan darah maupun kadar gula darah di atas batas normal. Seluruh peserta tersebut langsung mendapatkan konseling kesehatan dari dokter mengenai kondisi yang dialami, edukasi penerapan pola hidup sehat, serta pemberian obat atau terapi awal sesuai advis dokter melalui apoteker.
Menurut dr. Putra Dharma Jaya, tindak lanjut juga telah disiapkan bagi peserta yang hasil skriningnya menunjukkan kondisi di atas normal. Mereka dianjurkan melakukan pemeriksaan lanjutan secara berkala sesuai kondisi kesehatan masing-masing agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin dan risiko komplikasi dapat dicegah.
Melalui kegiatan ini, RSUD Bali Mandara berharap masyarakat semakin sadar akan pentingnya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Deteksi dini dinilai menjadi langkah efektif dalam mencegah maupun mengendalikan berbagai penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, dan gangguan metabolik lainnya, sehingga kualitas kesehatan masyarakat dapat terus meningkat. (Ketut Winata/balipost)










