Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Edwin Manansang. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Peresmian Sira Village Grand Outlet Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Serangan, Jumat (31/7), dinilai semakin memperkuat posisi kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi pariwisata unggulan nasional.

Pemerintah juga menargetkan KEK Kura Kura Bali menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi melalui pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, pendidikan, hingga pemberdayaan UMKM.

Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Edwin Manansang, mengatakan KEK Kura Kura Bali merupakan satu dari tujuh KEK pariwisata di Indonesia yang diprioritaskan untuk meningkatkan daya saing nasional di sektor pariwisata.

“KEK Kura Kura Bali ini adalah satu dari tujuh KEK pariwisata yang menjadi unggulan. Dan ini juga bukan cuma masalah pariwisata, di sini juga ada ekonomi kreatif, pendidikan, dan juga bagaimana kita mendorong UKM-UKM, khususnya UKM lokal, agar bisa berkembang,” ujar Edwin usai pembukaan Sira Village Grand Outlet Bali.

Baca juga:  Disebut Dorong Percepatan Penutupan TPA Suwung, Ini Kata BTID

Menurutnya, pengembangan KEK tidak hanya berorientasi pada pembangunan kawasan wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang luas bagi masyarakat. Seluruh KEK di Indonesia, kata dia, telah menunjukkan kontribusi nyata melalui peningkatan investasi maupun penciptaan lapangan kerja.

Hingga pertengahan 2026, sebanyak 25 KEK yang tersebar di Indonesia telah mencatat realisasi investasi sebesar Rp353 triliun dengan penyerapan tenaga kerja mencapai sekitar 280 ribu orang.

“Pengembangan KEK akan mendorong pertumbuhan ekonomi, baik ekonomi lokal maupun nasional. Harapannya KEK Kura Kura Bali juga berkembang sehingga penyerapan tenaga kerja dan penyerapan produk-produk UMKM semakin meningkat,” katanya.

Baca juga:  Dugaan Pemadatan Lahan di KEK Kura-Kura, Pansus TRAP: Bentuk Pembangkangan, Tampar Wajah Pemprov Bali

Edwin juga optimistis rencana pembentukan International Financial Center (IFC) di Bali akan menjadi penguat ekosistem investasi di KEK Kura Kura Bali.

“Tentunya saling mendukung. Ini juga menjadi kebanggaan Indonesia apabila nantinya memiliki pusat keuangan internasional,” ujarnya.

Selain menghadirkan pusat perbelanjaan melalui Sira Village Grand Outlet Bali, kawasan KEK Kura Kura Bali terus dikembangkan dengan berbagai fasilitas pendukung lainnya, mulai dari kawasan pendidikan, infrastruktur pariwisata, hingga fasilitas berstandar internasional.

Menurut Edwin, pengembangan tersebut bertujuan meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik wisatawan mancanegara maupun investor di tengah persaingan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia, Thailand, dan Filipina.

Baca juga:  Ini, Janji Wayan Koster-Ace dan Tjok Bagus-Ketut Mandia Deklarasi di Klungkung

“Bagaimana kita meningkatkan daya saing untuk menarik lebih banyak wisatawan asing maupun investor masuk ke Indonesia dibandingkan negara-negara tetangga,” tegasnya.

Ke depan, kawasan KEK Kura Kura Bali juga akan dilengkapi dengan marina serta kawasan hunian premium (high-end residence) sebagai bagian dari pengembangan destinasi terpadu berkelas dunia.

Sementara itu, terkait peluang pembentukan KEK baru di Bali, Edwin menyebut pemerintah masih melakukan pembahasan, termasuk mengenai pengembangan International Financial Center yang direncanakan berada di Pulau Dewata.

“Sedang dibahas. Mudah-mudahan bisa terealisasi,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN