
DENPASAR, BALIPOST.com – Sira Village Grand Outlet Bali resmi dibuka di kawasan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura-Kura Bali, Serangan, Jumat (31/7). Pusat perbelanjaan berkonsep outlet village seluas 4,8 hektar ini menjadi destinasi belanja baru di Bali dengan menghadirkan perpaduan merek internasional, produk lokal, hingga UMKM Bali dalam satu kawasan.
Pada hari pembukaan resmi telah beroperasi 104 gerai dari total kapasitas sekitar 130 tenant. Saat seluruh tenant beroperasi, kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.000 tenaga kerja.
Selain menghadirkan berbagai merek internasional, Grand Outlet Bali juga menyediakan ruang bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kerajinan khas Bali, serta beragam pilihan kuliner lokal dan internasional sehingga memberikan pengalaman belanja sekaligus wisata bagi pengunjung.
Sejumlah merek global yang telah beroperasi, antara lain Adidas, Aldo, American Tourister, Asics, Billabong, Birkenstock, BOSS, Calvin Klein, Clarks, Coach, Converse, Crocs, Diadora, Eiger, Giordano, Havaianas, Hush Puppies, Lacoste, Levi’s, New Balance, Nike, Puma, Skechers, Steve Madden, The North Face, Timberland, Under Armour, Vans dan Watch Club.
Di sektor fesyen nasional dan lokal hadir Buttonscarves Benang Jarum, By Aura, Blood Bone, Executive, Minimal, The Executive, Urban & Co, serta Alun-Alun Indonesia yang menghadirkan beragam produk kerajinan dan oleh-oleh Nusantara.
Untuk kebutuhan gaya hidup dan kecantikan tersedia Glow & Go, Digiplus, Golf House, Hazelwood, Optik Seis, Dr. Specs, Urban Republic serta berbagai gerai pendukung lainnya.
Sementara itu, pilihan kuliner yang telah beroperasi meliputi Auntie Anne’s, Boost Juice, Chatime x Cupbop, Falala Chocolate, J.CO Donuts & Coffee, Kopi Kenangan, Nasi Ayam Kedewatan Ibu Mangku, Pepper Lunch, Starbucks, Sushi Tei, Warung Nasi Bali Men Weti, serta sejumlah tenant makanan dan minuman lainnya.
Sebagai kawasan wisata belanja, Sira Village juga dilengkapi area pejalan kaki terbuka, ruang publik, fasilitas keluarga, serta berbagai aktivitas hiburan. Lokasinya yang berada di KEK Kura-Kura Bali menjadikan outlet ini diproyeksikan menjadi salah satu destinasi baru bagi wisatawan domestik maupun mancanegara sebelum atau sesudah melakukan perjalanan melalui Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai.
Presiden Komisaris PT Bali Turtle Island Development (BTID) sekaligus Presiden Direktur Grand Outlet Bali, Tantowi Yahya, mengatakan konsep outlet mall yang diusung berbeda dengan pusat perbelanjaan konvensional karena menawarkan produk-produk berkualitas dengan harga yang lebih terjangkau.
Menurutnya, barang yang dijual di outlet mall umumnya merupakan stok berlebih atau koleksi dari musim sebelumnya sehingga dapat dipasarkan dengan harga lebih rendah.
“Ini kan namanya Outlet Mall. Kalau Outlet Mall itu di mana-mana, barang yang ditawarkan itu adalah barang-barang yang harganya terjangkau. Mengapa terjangkau? Banyak hal. Pertama, mungkin stok dari satu merek sudah terlalu banyak atau season-nya sudah lewat sedikit. Maka kita lihat di sini diskon 15 sampai dengan 70 persen, tergantung produknya dan tergantung tokonya. Itu yang membedakan kita dari mall biasa,” ujar Tantowi usai soft opening.
Ia menjelaskan, hingga pembukaan resmi sebanyak 104 gerai telah beroperasi dari total kapasitas sekitar 130 tenant. Selain menghadirkan berbagai merek internasional, Grand Outlet Bali juga memberikan ruang bagi produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), kerajinan lokal, serta kuliner khas Bali.
“Ada toko sendiri, ada yang digabung. Digabung misalnya Ajik Krisna, itu produk Bali semua, sekitar 90 persen. Ada Alun-Alun Indonesia yang juga menjual produk-produk UMKM terkurasi, sebagian dari Bali. Kemudian ada Dekranas di lantai dua yang seluruhnya berisi produk Bali. Jadi ini rumah bagi produk-produk UKM Bali dan kuliner khas Bali yang berdampingan dengan merek-merek internasional,” jelasnya.
Sebagai bentuk penguatan identitas budaya Bali, pengelola juga mewajibkan seluruh tenant memasang tulisan menggunakan Aksara Bali pada papan nama masing-masing gerai.
Selain mengedepankan aspek ekonomi, pembangunan Grand Outlet Bali juga menerapkan konsep ramah lingkungan. Pengelola memanfaatkan material daur ulang (recycled materials) dalam pembangunan serta mengurangi konsumsi energi dengan membatasi penggunaan pendingin ruangan hanya di area toko. Sementara area publik dirancang terbuka sehingga memaksimalkan sirkulasi udara alami.
Tantowi menegaskan keberadaan Grand Outlet Bali diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar, khususnya melalui penyerapan tenaga kerja lokal.
“Begitu kita full run, paling tidak kita akan menyerap kurang lebih 1.000 tenaga kerja dan sebagian besar orang Bali, khususnya dari desa-desa terdekat dengan kawasan ini,” ungkapnya.
Grand Outlet Bali merupakan bagian dari pengembangan kawasan KEK Kura-Kura Bali yang memiliki luas sekitar 490 hektar. Kawasan tersebut dirancang menjadi kawasan terpadu dengan tiga klaster utama, yakni kawasan hunian (residential), pariwisata, dan pendidikan.
Pengembang juga menerapkan konsep pembangunan berbasis prinsip 6L, yakni Living, Learning, Leisure, Lifestyle, Landscape, dan Longevity. Tantowi menjelaskan, konsep Longevity menjadi salah satu tren baru dalam industri pariwisata global yang berorientasi pada peningkatan kualitas hidup dan kesehatan.
“Longevity ini dalam dunia pariwisata sekarang menjadi daya tarik utama. Wisatawan, terutama kalangan premium, tidak hanya mencari pemandangan atau makanan enak, tetapi juga bagaimana bisa hidup lebih lama dan lebih berkualitas. Itu yang coba kami bangun melalui berbagai fasilitas di kawasan ini,” pungkasnya. (Ketut Winata/balipost)










