
BANGLI, BALIPOST.com – RSUD Bangli berhasil menghemat pengeluaran pembelian sabun. Efisiensi itu didapat setelah RSUD Bangli berinovasi memproduksi dan menggunakan sabun eco-enzym buatan sendiri untuk kebutuhan dapur.
Direktur RSUD Bangli, dr. Dewa Gede Oka Darsana, menjelaskan bahwa ide pembuatan sabun eco enzym tersebut berawal dari gerakan penuangan eco enzyme di Danau Batur yang digagas Pemerintah Kabupaten Bangli. Pihaknya kemudian melirik potensi lain dari cairan fermentasi tersebut.
“Ternyata eco enzyme tidak hanya untuk pemulihan kualitas air saja, tetapi juga bisa diolah menjadi sabun yang efektif untuk membersihkan dan sangat ramah lingkungan,” ungkap dr. Dewa Gede Oka Darsana didampingi PJ Inovasi Sabun cuci piring berbahan dasar ecoenzym Sang Ketut Juniarta.
Sejak 5 Mei 2025, RSUD Bangli mulai menggunakan sabun ecoenzyme di area dapur. Saat ini, sudah setengah dari kebutuhan sabun di dapur yang menggunakan sabun eco enzyme. “Sebenarnya penggunaanya bisa diperluas. Tapi pemakaian sabun memang lebih banyak di dapur,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan produksi, tim Kesehatan Lingkungan (Kesling) RSUD Bangli kini bekerja sama dengan petugas dapur. Sisa kulit buah dan sayuran segar dari penyiapan bahan makanan pasien dikumpulkan untuk difermentasi menjadi ecoenzym.
Proses pembuatan ecoenzyme membutuhkan waktu fermentasi sekitar 3 bulan, sebelum akhirnya diolah menjadi sabun. Selain menghemat anggaran pembelian sabun, sabun eco enzym ini dipastikan aman, mudah terurai, dan tidak mencemari lingkungan. “Ini juga menjadi bagian dari solusi kami dalam mengurangi sampah organik di rumah sakit,” pungkasnya. (Dayu Swasrina/balipost)









