
MANGUPURA, BALIPOST.com – Keberadaan waria yang beroperasi di sejumlah kawasan hiburan malam di Canggu, Kecamatan Kuta Utara, kembali menjadi sorotan. Aktivitas mereka tidak hanya memicu keresahan masyarakat lokal, tetapi juga menuai keluhan dari wisatawan yang merasa terganggu saat menikmati suasana malam di destinasi favorit tersebut.
Sejumlah wisatawan mengaku kerap didatangi dan ditawari jasa secara agresif, bahkan diduga dengan cara memaksa ketika baru keluar dari tempat hiburan malam. Kondisi ini dinilai berpotensi merusak citra pariwisata Canggu yang selama ini dikenal sebagai kawasan wisata kelas dunia dengan suasana nyaman dan aman.
Menanggapi hal tersebut, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Badung memastikan akan segera mengambil langkah tegas. Laporan dari masyarakat dan wisatawan telah diterima dalam jumlah cukup banyak dan menjadi dasar dilakukannya tindakan lanjutan.
Kasat Pol PP Badung, I Gusti Agung Ketut Surya Negara melalui Kepala Seksi Operasi (Kasi Ops) Satpol PP Kabupaten Badung, I Made Denik Astika, mengatakan pihaknya sudah menerima banyak pengaduan dari masyarakat maupun wisatawan terkait aktivitas para waria tersebut. Menurutnya, keberadaan mereka tidak hanya mengganggu kenyamanan, tetapi juga berpotensi mencoreng citra kawasan wisata Canggu.
“Kami sudah menerima cukup banyak laporan dari masyarakat maupun wisatawan. Dalam waktu dekat kami akan turun melakukan sidak ke lokasi-lokasi yang menjadi titik aktivitas mereka,” ujar Denik Astika, Rabu (29/7).
Satpol PP sebelumnya telah beberapa kali melakukan penertiban di kawasan tersebut. Dalam operasi terdahulu, petugas bahkan sempat mengamankan belasan waria yang beraktivitas di sekitar pusat hiburan malam. Namun setelah dilakukan pembinaan, mereka kembali muncul dan mengulangi aktivitas yang sama.
Menurut Denik, mayoritas dari mereka menawarkan jasa kepada wisatawan yang baru keluar dari tempat hiburan malam. Situasi ini kerap menimbulkan ketidaknyamanan, terutama ketika pendekatan dilakukan secara intens. “Tidak sedikit laporan yang menyebut mereka bersikap memaksa sehingga membuat wisatawan merasa tidak nyaman,” tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, Satpol PP akan meningkatkan intensitas pengawasan, terutama pada malam hingga dini hari saat aktivitas tersebut mulai marak. Operasi penertiban direncanakan berlangsung rutin guna menjaga ketertiban umum dan memberikan rasa aman bagi seluruh pengunjung. Selain itu, masyarakat dan pelaku usaha di kawasan Canggu juga diminta berperan aktif dengan segera melaporkan setiap aktivitas yang dinilai mengganggu ketertiban. Sinergi ini dinilai penting untuk mempercepat penanganan di lapangan.
“Kami berharap dengan adanya sidak ini dapat memberikan efek jera. Jika masih ditemukan pelanggaran, tentu akan kami tindak sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah tersebut dinilai penting agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan kawasan wisata Badung tetap aman serta nyaman bagi seluruh pengunjung,” pungkasnya.(Parwata/balipost)










