
GIANYAR, BALIPOST.com – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Gianyar menunjukkan komitmen nyata dalam menjaga kelestarian alam dan mendukung sektor pariwisata daerah. Melalui aksi Jala (Jaga Alam dan Lingkungan) Bali tahap keempat, menggelar aksi pembersihan lingkungan hingga penanaman pohon di kawasan wisata Hidden Canyon Beji Guwang, Desa Guwang, Kecamatan Sukawati, Rabu (29/7).
Kegiatan berkelanjutan yang diinisiasi Bawaslu Provinsi Bali ini diisi dengan berbagai agenda ekologis, mulai dari pembersihan sampah plastik di sepanjang aliran sungai, penanaman pohon kelapa serta tanaman upacara, penebaran bibit ikan, hingga penyebaran eco-enzyme guna menjaga ekosistem perairan Hidden Canyon.
Ketua Bawaslu Kabupaten Gianyar, I Wayan Hartawan, menjelaskan bahwa pemilihan lokasi Hidden Canyon Beji Guwang didasarkan pada peran vital kawasan tersebut sebagai salah satu destinasi wisata alam unggulan di Gianyar.
“Setidaknya karena Hidden Canyon merupakan salah satu destinasi wisata, kami berharap pelestarian lingkungan, khususnya di kawasan sungai, tetap terjaga. Sungainya bersih, tanaman di sekitarnya juga terawat sehingga semakin menarik bagi wisatawan,” ujar Hartawan di sela-sela kegiatan.
Lebih lanjut, Hartawan menegaskan bahwa roh dari program Jala Bali tidak sebatas aksi bersih-bersih fisik semata, melainkan juga mengedukasi serta menanamkan kesadaran kolektif bersama desa adat untuk menekan volume sampah plastik yang kian mengancam kawasan wisata dan pemukiman.
Rangkaian kegiatan diawali dengan arahan dari Bawaslu Provinsi Bali bersama Asisten I Setda Gianyar yang hadir mewakili Sekretaris Daerah Kabupaten Gianyar, dilanjutkan dengan persembahyangan bersama guna memohon keselamatan dan kelancaran acara.
Menanggapi aspek penguatan ketahanan pangan yang diusung dalam program Jala di beberapa wilayah lain, Hartawan mengungkapkan adanya penyesuaian kearifan lokal untuk wilayah Gianyar.
Berbeda dengan daerah lain yang menanam tanaman pangan konsumsi seperti cabai atau tomat, Gianyar memprioritaskan vegetasi yang mendukung kebutuhan ritual dan keagamaan. “Untuk sementara di Gianyar belum memungkinkan mengembangkan tanaman konsumsi. Kami lebih mengarah pada penanaman tanaman upacara,” terangnya.
Kabupaten Gianyar menjadi daerah keempat yang melangsungkan program Jala Bawaslu Bali setelah sebelumnya sukses digelar di Kabupaten Klungkung, Karangasem, dan Bangli. Aksi lingkungan ini sekaligus menegaskan komitmen Bawaslu untuk tetap hadir dan memberi kontribusi positif bagi masyarakat serta kelestarian alam Bali di luar masa tahapan pemilu. (Wirnaya/balipost)










