
SINGASANA, BALIPOST.com – Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kabupaten Tabanan akan dikemas lebih semarak. Selain diisi upacara kenegaraan, panitia menyiapkan beragam kegiatan yang melibatkan pelajar, aparatur sipil negara (ASN), seniman, hingga masyarakat.
Agenda yang diprediksi menjadi daya tarik utama adalah Parade Singasana Merah Putih pada 3 Agustus. Parade dimulai dari Taman Perjuangan Singasana menuju Taman Bung Karno melalui Jalan Pahlawan. Atraksi yang ditampilkan antara lain pembentangan Bendera Merah Putih sepanjang 100 meter oleh Pramuka SMP, penampilan drumband TK, SD, SMP dan Poltrada, parade pakaian profesi anak TK, hingga mabarung Barong Bangkung, Barong Sai, Reog Ponorogo dan Gandrung.
Komunitas sepeda ontel juga turut ambil bagian.
Ketua Panitia Peringatan Hari-Hari Besar Nasional Kabupaten Tabanan Tahun 2026, Anak Agung Ngurah Agung Satria Tenaya, S.Sos., M.Si., mengatakan seluruh rangkaian kegiatan disiapkan untuk menumbuhkan semangat nasionalisme sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Parade Singasana Merah Putih tentunya akan jadi agenda unggulan tahun ini karena memadukan unsur patriotisme, pendidikan, seni budaya, dan keterlibatan masyarakat dalam satu rangkaian kegiatan,” kata Agung Satria Tenaya.
Sebelum pembukaan, nuansa kemerdekaan telah dibangun melalui lomba menghias kantor antar-OPD, kecamatan dan Perumda yang berlangsung sejak 23 Juli. Penilaian dilakukan melalui video dekorasi yang dikirim pada awal Agustus.
Kawasan Kota Tabanan juga akan dipercantik dengan pemasangan lampu hias di Jalan Pahlawan, kawasan GWS, serta gapura perbatasan kota.
Selanjutnya, pada 30 Juli seluruh OPD, BUMN dan BUMD memasang Bendera Merah Putih di sejumlah ruas jalan dan titik strategis. Berbagai perlombaan turut digelar untuk memeriahkan HUT RI, di antaranya lomba karaoke antar-OPD dan pedagang pasar UMKM, Lomba Kreasi Baris-Berbaris (LKBB) tingkat SMA/SMK, serta tarik tambang dan balap karung antar-OPD.
“Kami ingin peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung khidmat saat upacara, tetapi juga dirasakan masyarakat melalui berbagai kegiatan yang melibatkan pelajar, ASN, pelaku UMKM hingga komunitas,” ungkapnya.
Puncak peringatan berlangsung 17 Agustus melalui Upacara Detik-Detik Proklamasi di Lapangan Alit Saputra. Pada sore harinya digelar Aubade yang diisi drama tari kolosal bertema “Puputan Margarana” oleh Teater Jineng SMASTA, dilanjutkan penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba.
Agung Satria Tenaya berharap seluruh rangkaian kegiatan HUT ke-81 RI menjadi momentum memperkuat rasa cinta tanah air, mempererat persatuan, serta menghidupkan semangat gotong royong di tengah masyarakat Tabanan. (Puspawati/balipost)










