
MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung bergerak cepat membenahi strategi keikutsertaan dalam Pesta Kesenian Bali (PKB) mendatang. Evaluasi pelaksanaan PKB 2026 mengungkap adanya ketimpangan kesempatan tampil bagi seniman, yang kini menjadi fokus utama pembenahan menuju PKB 2027.
Kepala Dinas Kebudayaan Badung, I Gede Sukadana, menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin peluang tampil hanya berputar pada nama yang sama. Ia menyebut, selama PKB 2026 masih ditemukan satu seniman terlibat dalam empat hingga lima pementasan, sehingga mempersempit ruang bagi seniman lain yang memiliki kualitas setara.
“Ke depan kami akan melakukan pemerataan kesempatan tampil. Jangan sampai satu orang mengambil terlalu banyak peran, sementara seniman lain yang memiliki kualitas yang sama justru tidak mendapat kesempatan,” ujar Sukadana, Minggu (26/7).
Sebagai langkah konkret, Dinas Kebudayaan Badung langsung menyiapkan roadmap pemerataan duta seni di seluruh kecamatan. Skema baru ini akan menghapus ketimpangan jumlah perwakilan, di mana sebelumnya ada kecamatan yang mengirim hingga sembilan duta, sementara kecamatan lain hanya tiga. Pada PKB 2027, setiap kecamatan ditargetkan mengirim empat duta secara merata.
Tak hanya itu, upaya kaderisasi juga diperkuat melalui rencana menghidupkan kembali Festival Budaya dalam rangka HUT Mangupura yang sempat vakum selama dua tahun. Festival ini akan difungsikan sebagai wadah penjaringan talenta baru sekaligus ruang ekspresi bagi seniman muda.
“Festival tersebut akan menjadi ajang penjaringan calon duta PKB sekaligus membuka ruang bagi seniman-seniman muda untuk menunjukkan kemampuan mereka,” katanya.
Dalam evaluasi menyeluruh, Sukadana juga menyampaikan permohonan maaf atas pelayanan yang dinilai belum maksimal selama PKB 2026. Selain itu, aspek visual turut menjadi sorotan, khususnya penggunaan kostum pembukaan dengan warna yang dinilai kurang mencolok. Hal ini akan diperbaiki agar penampilan kontingen Badung pada PKB 2027 lebih atraktif dan mampu menarik perhatian publik.
“Seluruh hasil evaluasi tersebut akan menjadi dasar penyempurnaan persiapan PKB tahun depan. Kami tentunya membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan demi meningkatkan kualitas keikutsertaan Badung pada PKB,” imbuhnya.
Meski demikian, Badung tetap mencatatkan prestasi gemilang pada PKB 2026. Kontingen yang melibatkan sekitar 2.150 personel tampil di seluruh 26 kategori lomba. Badung bahkan menjadi satu-satunya daerah yang menampilkan tari kolosal dan kembali mempertahankan predikat Juara Umum dengan raihan lima medali, terdiri dari empat emas dan satu perak dari cabang olahraga tradisional Jatra.
Untuk mendukung pencapaian tersebut, Pemkab Badung menggelontorkan anggaran sekitar Rp 7 miliar kepada sekaa dan komunitas seni. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah dalam menjaga dan mengembangkan seni budaya sebagai bagian dari visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.(Parwata/balipost)










