
NEGARA, BALIPOST.com – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Jembrana mengeluarkan himbauan keselamatan kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan lintas Ketapang–Gilimanuk serta para nelayan di sepanjang pesisir pantai wilayah Jembrana. Langkah ini diambil guna mengantisipasi potensi bahaya akibat kondisi cuaca ekstrem di kawasan Selat Bali dan perairan sekitarnya.
Kasat Polairud Polres Jembrana, AKP I Putu Suparta, Kamis (23/7), mengingatkan pentingnya kewaspadaan ekstra mengingat kondisi cuaca di wilayah perairan yang kerap berubah secara dinamis dan mendadak.
“Sehubungan dengan kondisi cuaca di wilayah Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk atau Selat Bali dan perairan Jembrana, kami menghimbau kepada seluruh pengguna jasa penyeberangan serta para nelayan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan,” ujar AKP I Putu Suparta.
Berdasarkan peringatan dini yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), terdapat potensi perubahan cuaca ekstrem yang ditandai dengan angin kencang serta gelombang tinggi yang dapat terjadi sewaktu-waktu di perairan Selat Bali.
Menanggapi hal tersebut, AKP I Putu Suparta meminta para nelayan untuk senantiasa memantau perkembangan informasi cuaca resmi sebelum memutuskan untuk berlayar.
“Kami menghimbau kepada para nelayan agar selalu memantau informasi prakiraan cuaca dan peringatan dini dari BMKG sebelum melaut. Mohon tidak memaksakan diri melaut apabila cuaca memburuk atau tinggi gelombang dapat membahayakan keselamatan jiwa,” tambahnya.
Sat Polairud Polres Jembrana menekankan bahwa keselamatan seluruh masyarakat pengguna moda transportasi laut dan nelayan merupakan prioritas utama, sehingga sinergi dalam mematuhi imbauan cuaca sangat diharapkan demi mencegah terjadinya kecelakaan laut. (surya dharma/balipost)










