Bupati I Made Satria bersama Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra mendatangi RSUD Klungkung untuk menjenguk para korban ledakan balon gas. (BP/Istimewa)

SEMARAPURA, BALIPOST.com – Sehari setelah insiden ledakan balon gas pada puncak peringatan Hari Koperasi Nasional (Harkopnas) ke-79 tingkat Provinsi Bali di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Kabupaten Klungkung, tiga korban masih menjalani perawatan di RSUD Klungkung, Senin (20/7). Pemkab Klungkung pun memastikan penggunaan balon gas dalam kegiatan seremonial tidak lagi diperbolehkan.

Humas RSUD Klungkung, Gusti Putu Widiasa, ketika dikonformasi soal perkembangan korban ledakan balon, Senin (20/7/2026), mengatakan dari 11 korban yang sempat mendapat perawatan, kini tersisa tiga pasien yang masih menjalani rawat inap.

Salah satunya merupakan seorang anak berusia enam tahun yang mengalami luka bakar pada bagian wajah dan tubuh. Meski demikian, kondisi pasien terus membaik.

“Saat ini masih ada tiga pasien yang dirawat. Salah satunya anak berusia enam tahun dengan luka bakar di wajah dan tubuh. Dokter bedah plastik masih melakukan observasi dan belum mengambil tindakan. Diperkirakan paling lama satu minggu pasien sudah bisa pulang,” ujar Gusti Widiasa.

Baca juga:  Jaksa Periksa Tersangka OTT di Lapas Kerobokan

Sementara itu, salah seorang korban, I Ketut Upadana (43), warga Desa Besan, Kecamatan Dawan, menceritakan detik-detik sebelum ledakan terjadi. Saat itu ia berniat membantu membagikan balon kepada anak-anak yang berebut setelah balon gagal terbang dan jatuh di sekitar lokasi acara.

Menurut Upadana, tali balon cukup sulit diputus menggunakan tangan sehingga ia berinisiatif menggunakan korek gas.

“Awalnya saya mau pulang bersama anak-anak. Saya lihat balonnya jatuh lalu anak-anak berebut. Kasihan melihat mereka, saya pikir balonnya dibagikan saja satu-satu. Karena talinya susah diputus, saya pakai korek gas kecil. Sudah dua balon berhasil saya putus dan diberikan ke anak-anak. Saat mau memutus lagi, tiba-tiba sekitar 40 balon meledak bersamaan,” tuturnya.

Ia mengaku tidak menyangka niat membantu anak-anak justru berujung musibah.

Baca juga:  Warga Bali Terjangkit COVID-19 Bertambah Seribuan Orang, Puluhan Korban Jiwa Juga Dilaporkan

“Maunya balon itu saya bagi supaya anak-anak tidak berebut dan tidak berbahaya, malah akhirnya terjadi musibah,” katanya.

Insiden ledakan balon gas tersebut mendapat perhatian langsung dari Bupati Klungkung, I Made Satria. Tak lama setelah kejadian, Bupati bersama Ketua TP PKK Klungkung Ny. Eva Satria dan Wakil Bupati, Tjokorda Gde Surya Putra mendatangi RSUD Klungkung untuk menjenguk para korban.

Dalam kesempatan itu, Bupati, Satria memastikan seluruh korban memperoleh pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Kami hadir untuk memastikan seluruh korban, terutama anak-anak, mendapatkan pelayanan kesehatan terbaik. Kami berharap mereka segera pulih,” ujar Bupati, Satria.

Menyikapi kejadian tersebut, Bupati menegaskan penggunaan balon gas pada kegiatan seremonial di Kabupaten Klungkung tidak akan lagi diizinkan. Menurutnya, insiden ini menjadi evaluasi penting agar aspek keselamatan menjadi prioritas dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.

“Peristiwa ini menjadi evaluasi bersama. Penggunaan balon gas sangat berisiko terhadap keselamatan masyarakat. Untuk kegiatan-kegiatan berikutnya, saya minta tidak lagi menggunakan balon gas. Kita bisa memilih bentuk seremoni lain yang lebih aman dan tidak membahayakan masyarakat,” tegasnya.

Baca juga:  Dari Pengakuan Mengejutkan Para Pelaku hingga BMKG Keluarkan Peringatan Tsunami

Bupati, Satria juga menyampaikan keprihatinan atas musibah tersebut dan berharap seluruh korban segera pulih. Masyarakat diimbau lebih berhati-hati serta tidak menggunakan balon berisi gas mudah terbakar dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.

Seperti diberitakan, insiden terjadi usai puncak peringatan Harkopnas ke-79 tingkat Provinsi Bali di Balai Budaya Ida Dewa Agung Istri Kanya, Minggu (19/7) siang. Rentetan balon gas yang sebelumnya digunakan untuk prosesi seremonial gagal terbang dan jatuh di sisi timur balai budaya.

Saat sejumlah warga berusaha membagikan balon kepada anak-anak, seluruh balon tiba-tiba meledak dan mengakibatkan 11 orang mengalami luka bakar. Semua korban yang kena ledakan balon kemudian dievakuasi ke UGD RSUD Klungkung. (Sri Wiadnyana/balipost)

BAGIKAN