Barang bukti yang berhasil diamankan dari tersangka. (BP/istimewa)

SINGASANA, BALIPOST.com – Aparatur di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tabanan kembali tersandung kasus narkotika. Kali ini, seorang pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K) paruh waktu yang bertugas di salah satu instansi di Tabanan diamankan Satresnarkoba Polres Tabanan.

Dari penggerebekan di tempat tinggalnya, polisi menyita 20 paket sabu dengan berat bersih mencapai 280,92 gram, yang diduga siap diedarkan.

Tersangka berinisial I Gede BBY alias Sepler (32) ditangkap di kamar yang ditempatinya di Banjar Jadi Babakan, Desa Banjar Anyar, Kecamatan Kediri, Minggu (19/7), sekitar pukul 21.30 WITA. Penangkapan dilakukan setelah polisi menerima informasi masyarakat terkait dugaan keterlibatan pelaku dalam peredaran narkotika.

Baca juga:  Konflik Thailand-Kamboja Kembali Memanas, Puluhan Warga Sipil Tewas

Dari dalam kamar pelaku, polisi menemukan sabu yang disimpan di sejumlah wadah. Selain itu, turut diamankan timbangan digital, alat isap sabu (bong), 133 micro tube PCR, telepon genggam, serta sepeda motor yang diduga digunakan untuk menunjang aktivitas pelaku.

Kasi Humas Polres Tabanan, Iptu Ni Luh Putu Wiwik Endrayani mengatakan, pengungkapan kasus tersebut berawal dari laporan masyarakat mengenai seorang pria yang diduga aktif dalam peredaran narkoba. Tim opsnal kemudian melakukan penyelidikan hingga memastikan identitas dan keberadaan tersangka sebelum dilakukan penangkapan.

Baca juga:  Diduga Impor 1 Kilo Narkoba, Sepasang Kekasih Ditangkap

“Setelah dilakukan penggeledahan, ditemukan 20 paket kristal bening yang diduga sabu dengan berat keseluruhan 280,92 gram netto. Tersangka mengakui seluruh barang bukti tersebut merupakan miliknya,” ujarnya, Senin (20/7).

Dari hasil penyidikan sementara, tersangka diduga berperan sebagai pengedar. Hal itu diperkuat dengan jumlah barang bukti yang relatif besar, adanya timbangan digital, plastik klip berbagai ukuran, serta perlengkapan pengemasan yang ditemukan di lokasi. Saat ini penyidik masih mendalami asal-usul sabu tersebut dan menelusuri kemungkinan keterlibatan jaringan lain.

Baca juga:  Masyarakat Harus Berkontribusi Perangi Narkoba

Terpisah, Sekretaris Daerah kabupaten Tabanan, I Gede Susila saat dikonfirmasi terkait dengan adanya oknum P3K di lingkungan Pemkab Tabanan yang kembali terjaring kasus narkoba hanya mengatakan akan segera melakukan pengecekan. “Saya cek dulu,” jawabnya singkat. (Puspawati/balipost)

 

BAGIKAN