Gedung baru BPBD untuk memperkuat koordinasi dan mitigasi maupun penanganan bencana dibangun bantuan pusat. (BP/Olo)

NEGARA, BALIPOST.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jembrana memperkuat upaya mitigasi bencana tsunami di sepanjang pesisir selatan Jembrana. Wilayah yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia itu memiliki potensi terdampak tsunami apabila terjadi gempa bumi besar di zona subduksi selatan Bali maupun perairan sekitar Selat Bali.

Upaya penyediaan sistem peringatan dini yang telah direncanakan sejak beberapa tahun lalu kini mulai terealisasi. BPBD Jembrana bersama BPBD Provinsi Bali telah memasang sistem sirene peringatan dini tsunami sebagai bagian dari Program Indonesia Disaster Resilience Initiatives Project (IDRIP).

Kepala Pelaksana BPBD Jembrana, I Putu Agus Artana Putra, belu lama ini mengatakan pemasangan sistem mitigasi tersebut dilakukan di tiga desa pesisir, yakni Desa Penyaringan, Desa Yeh Kuning, dan Desa Pengambengan.

Baca juga:  XL Salurkan Bantuan dan Layanan Bebas Biaya untuk Korban Tsunami

“Seluruh sistem peringatan dini yang telah dipasang sudah kami pastikan berfungsi dengan baik dan siap digunakan,” ujarnya.

Menurut Artana Putra, sirene peringatan dini dapat diaktifkan secara jarak jauh oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Jakarta maupun secara manual oleh petugas di lokasi. Dengan demikian, apabila terjadi ancaman tsunami, informasi peringatan dapat segera diteruskan kepada masyarakat di kawasan pesisir.

Ia menjelaskan, penguatan sistem peringatan dini ini merupakan tindak lanjut dari program mitigasi yang telah disusun BPBD sejak beberapa tahun lalu. Saat itu, Jembrana belum memiliki perangkat early warning system meski memiliki tingkat kerawanan terhadap bencana tsunami. Melalui dukungan pemerintah pusat, BPBD merancang pemasangan sirene, rambu jalur evakuasi, hingga penguatan kapasitas masyarakat melalui program Desa Tangguh Bencana.

Baca juga:  Ombak di Pantai Amed Terjang Sejumlah Villa dan Jukung

Selain pemasangan sirene, BPBD juga melengkapi kawasan pesisir dengan rambu-rambu jalur evakuasi serta rutin memberikan sosialisasi kepada masyarakat mengenai langkah penyelamatan diri saat terjadi gempa bumi yang berpotensi memicu tsunami. Edukasi tersebut dinilai penting karena masih terdapat permukiman warga yang berada dekat dengan garis pantai dan membutuhkan akses evakuasi yang jelas menuju lokasi aman.

Salah satu desa penerima manfaat, Desa Penyaringan, Kecamatan Mendoyo, menyambut positif keberadaan sistem tersebut. Perbekel Desa Penyaringan, I Made Dresta, Minggu (19/7) mengatakan sirene telah melalui uji coba dan warga juga telah mendapatkan pelatihan mengenai prosedur evakuasi apabila alarm peringatan dini dibunyikan.

Baca juga:  Sprinter Dewa Ari Sabet Emas di Hari Galungan

Keberadaan sistem peringatan dini tsunami ini diharapkan mampu meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di sepanjang pesisir Jembrana. Dengan dukungan infrastruktur, jalur evakuasi yang memadai, serta pemahaman masyarakat yang semakin baik, BPBD berharap risiko korban jiwa dan dampak bencana dapat diminimalkan apabila sewaktu-waktu terjadi tsunami. (Surya Dharma/balipost)

BAGIKAN