Petugas melakukan upaya pemadaman di TPST Tejakula, Buleleng. (BP/Istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Cuaca panas dan kering selama musim kemarau diduga menjadi pemicu kebakaran yang menghanguskan tumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Tejakula, Kecamatan Tejakula, Rabu (15/7) malam. Beruntung, kobaran api berhasil dipadamkan sebelum merembet ke bangunan TPST.

Kebakaran terjadi di TPST yang berlokasi di Banjar Dinas Antapura, Desa Tejakula. Laporan diterima Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng sekitar pukul 20.15 WITA. Tujuh personel Regu I Pos II Kubutambahan diberangkatkan menuju TKP.

Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan upaya pemadaman. Kobaran api yang melahap tumpukan sampah seluas kurang lebih 10 are pun akhirnya berhasil dipadamkan.

Baca juga:  Di Tengah Audiensi FOR HATI Bali dengan Pansus TRAP, Sejumlah Peserta Kerauhan

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Buleleng, Gede Arya Suardana saat dikonfirmasi Kamis (16/7), mengatakan, lokasi yang terbakar merupakan TPST yang telah menerapkan sistem pemilahan sampah, bukan tempat pembuangan akhir (TPA). “Kami menerima laporan adanya kebakaran di tempat pengolahan sampah terpadu. Dengan kondisi cuaca sekarang yang panas dan kering, potensi kebakaran memang cukup tinggi,” ujarnya.

Menurut Arya, cuaca panas berkepanjangan membuat material sampah menjadi lebih mudah terbakar. Selain itu, kandungan gas metana dari timbunan sampah juga berpotensi memicu munculnya api. Namun demikian, penyebab pasti kebakaran masih belum dapat dipastikan.

Baca juga:  Tumpukan Sampah di Batur Terbakar, Cegah Api Meluas Dua Damkar Dikerahkan

“Kemungkinan bisa dipengaruhi kondisi material yang kering ditambah adanya gas metana. Tapi itu masih dugaan awal. Hari ini kami akan melakukan investigasi untuk memastikan penyebab kebakaran,” katanya.

Ia menegaskan, pihaknya belum dapat menyimpulkan apakah kebakaran dipicu faktor alam, kelalaian manusia, ataupun unsur kesengajaan. Saat kejadian, petugas lebih memprioritaskan penanganan agar api tidak meluas. “Semalam fokus anggota adalah memadamkan api. Untuk penyebab maupun kerusakan secara detail baru akan kami investigasi setelah kondisi aman,” jelasnya.

Baca juga:  Ditinggal Mudik, Warung Makan Terbakar di Kuta

Memasuki musim kemarau, Damkar Buleleng bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan pemerintah kecamatan akan meningkatkan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengantisipasi kebakaran lahan maupun sampah. “Kami mengimbau masyarakat, terutama yang memiliki lahan kering, agar tidak sembarangan membakar sampah dan tidak membuang puntung rokok sembarangan. Dalam kondisi cuaca panas seperti sekarang, hal-hal kecil bisa memicu kebakaran,” tegas Arya. (Nyoman Yudha/balipost)

BAGIKAN