
DENPASAR, BALIPOST.com – Perempuan asal Tegal, Jawa Tengah, AS (26) menjadi korban pembunuhan pacarnya, MZ (25) warga negara Singapura terus didalami Polresta Denpasar. Salah satu saksi yang diperiksa yaitu adik korban, RA yang tahu pertama kali meninggalnya AS.
Kasi Humas Polresta Denpasar Iptu Gede Adi Saputra, Kamis (16/7) dari keterangan RA, pada Rabu (15/7) pukul 19.00 WITA, ia mendatangi lokasi kos untuk mengecek kondisi kakaknya. Karena RA menghubungi HP kakaknya itu tapi tidak aktif. “Saat tiba di lokasi dan hendak membuka pintu gerbang, saksi (RA) mencium bau busuk yang sangat menyengat. Selanjutnya saksi masuk dan membuka pintu kamar kos yang ditempati korban,” ujarnya.
Saat itu, RA mencium bau busuk makin menyengat dan sempat melihat bagian rambut serta badan korban ditutupi boneka. Beberapa saat kemudian pacar korban yaitu pelaku keluar dari kamar yang berada di sebelah tempat tinggal korban. Saat itu RA sempat bertanya keberadaan kakaknya, tapi tidak dijawab oleh pelaku.
Karena curiga, RA langsung memukul pelaku menggunakan helm yang dibawanya. Setelah itu RA langsung pergi dengan mengendarai sepeda motor. “Saksi (RA) bersama korban sama-sama bekerja di tempat biliar di, Jalan Nakula Kuta. Selain itu saksi terakhir kali bertemu dengan kakaknya tersebut sekitar satu minggu yang lalu,” tegas Iptu Adi.
RA mengetahui jika korban sebelumnya sudah pernah ribut sebanyak dua kali. Pemicunya karena pelaku ketahuan selingkuh.
Sementara pengelola kos, MA menerangkan bahwa korban AS mulai tinggal kos di tempat tersebut sejak Maret 2025 bersama dengan pacarnya. Sementara DP, perempuan yang merupakan teman pelaku menerangkan bahwa dirinya baru berpacaran dengan pelaku selama 3 hari. Waktu itu ia kenal di tempat biliar, Jalan Pura Demak.
Pada tanggal 11 Juli 2026 pukul 23.00 WITA, DP sempat diajak menginap oleh pelaku di TKP. Saat itu saksi mencium bau yang tidak enak, tapi DP tidak bertanya itu bau apa. Kemudian pada Selasa (14/7), DP sempat bertanya kepada pelaku terkait bau yang cium tersebut. Namun pelaku malah marah sambil memukul tembok.
“Jasad korban ditemukan di lantai dalam kamar kos dengan posisi tengadah, ditutupi atau tertimbun boneka mainan serta karpet yang terlipat rapi. Kondisi jasad korban sudah mengalami pembengkakan, pembusukan dan menimbulkan bau menyengat serta kulit ari sudah mengelupas,” tegasnya.
Menurutnya tidak ditemukan luka terbuka, kondisi mayat sudah mengalami pembusukan. Jasad korban dievakuasi ke RSUP Prof. Ngoerah, Sanglah, Denpasar, menggunakan ambulans BPBD Kota Denpasar.
Sebelumnya, tim gabungan Ditreskrimum Polda Bali, Polresta Denpasar dan Polsek Denpasar Selatan (Densel) melakukan penangkapan setelah menerima laporan penemuan mayat perempuan berinisial AS (26) di Jalan Mekar 2, Desa Pedungan, Densel, Rabu (15/7) pukul 19.00 WITA.
Tiga jam setelah menerima laporan penemuan jasad korban, polisi berhasil menangkap pelakunya, MZ (25), warga negara Singapura di Jalan Bypass Ngurah Rai, Sanur. Pelaku bunuh korban karena sakit hati dan asmara. (Kerta Negara/balipost)










