Koordinator BGN Buleleng, Rusdianto. (BP/yud)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Buleleng kembali berjalan seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026/2027. Hingga Selasa (14/7), sebanyak 34 dari 38 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang sebelumnya aktif telah kembali beroperasi. Dari jumlah tersebut, program MBG telah menjangkau 73.993 penerima manfaat yang terdiri atas siswa, balita, ibu hamil, dan ibu menyusui.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Buleleng, Rusdianto yang dikonfirmasi, Rabu (15/7), mengatakan, operasional MBG dimulai kembali secara bertahap sejak Senin (13/7), bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah. Pada hari pertama, sebanyak 23 SPPG mulai beroperasi dan mendistribusikan 54.097 porsi makanan bergizi. Sehari berikutnya, 11 SPPG tambahan mulai beroperasi hingga total menjadi 34 SPPG dengan jumlah penerima manfaat mencapai 73.993 orang. “Jumlah tersebut meliputi siswa dan kelompok 3B yakni balita, ibu menyusui, dan ibu hamil,” ujarnya.

Baca juga:  Program MBG Tetap Berjalan Saat Ramadhan, Siswa di Buleleng Gelar Buka Puasa Bersama

Menurut Rusdianto, belum seluruh SPPG kembali beroperasi karena masing-masing masih melakukan finalisasi data penerima manfaat, terutama data siswa baru pada awal tahun ajaran. Selain itu, sejumlah sekolah masih melaksanakan proses daftar ulang sehingga jumlah penerima manfaat belum dapat dipastikan secara keseluruhan.

Ia mengatakan, BGN masih menghimpun laporan dari seluruh SPPG untuk mengetahui tambahan jumlah penerima manfaat yang akan dilayani setelah seluruh dapur MBG beroperasi. “Kami juga masih menghitung berapa jumlah tambahan penerima manfaat. Sebab laporan belum terhimpun seluruhnya. Mengingat ada 23 SPPG yang mulai beroperasi hari Senin dan ada 11 SPPG yang mulai beroperasi hari Selasa,” katanya.

Baca juga:  Dokter Dukung Iuran BPJS Batal Naik

Meski operasional dilakukan secara bertahap, Rusdianto memastikan pelaksanaan program MBG sejauh ini berjalan lancar. Baik distribusi makanan maupun ketersediaan bahan baku disebut tidak mengalami kendala.

Di sisi lain, BGN Buleleng masih menunggu arahan terkait pola penyaluran MBG bagi kelompok 3B. Saat ini layanan bagi siswa tetap dilaksanakan lima hari dalam sepekan mengikuti hari efektif sekolah. Sementara, untuk balita, ibu hamil, dan ibu menyusui, jadwal distribusinya masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat, apakah akan disesuaikan menjadi lima hari atau tetap enam hari dalam sepekan.

Baca juga:  Program MBG Baru Sasar Tiga Kecamatan di Bangli

“Kalau untuk sekolah masih tetap lima hari kita layani. Untuk 3B ini kami masih menunggu informasi, apakah menyesuaikan juga dengan sekolah lima hari, atau tetap enam hari,” jelasnya. (Yudha/balipost)

 

BAGIKAN