
SINGASANA, BALIPOST.com – Upaya meningkatkan produktivitas sektor perikanan tangkap di Kabupaten Tabanan kembali mendapat dukungan pemerintah pusat. Sebanyak 30 unit mesin tempel disalurkan kepada 39 kelompok nelayan yang tersebar di wilayah pesisir Tabanan sebagai bantuan dari Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI.
Penyerahan bantuan berlangsung di tiga lokasi, yakni Pantai Yeh Gangga, Kecamatan Tabanan, Pantai Pasut, Kecamatan Kerambitan, dan Pantai Soka, Kecamatan Selemadeg, Senin (13/7). Bantuan tersebut diharapkan mampu memperlancar aktivitas melaut sekaligus meningkatkan hasil tangkapan nelayan.
Kepala Bidang Perikanan Tangkap dan Pengolahan Hasil Perikanan Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, I Gede Bogarada, mengatakan bantuan mesin tempel merupakan bentuk dukungan pemerintah pusat terhadap penguatan sektor perikanan tangkap di daerah.
Selain mempercepat mobilitas perahu, mesin tempel juga diharapkan dapat memperluas jangkauan daerah penangkapan ikan. “Sebanyak 39 kelompok nelayan menerima bantuan ini. Kehadirannya diharapkan dapat meringankan biaya operasional sekaligus meningkatkan produktivitas nelayan saat melaut,” ujarnya, Selasa (14/7).
Kelompok penerima tersebar di lima kecamatan pesisir, yakni satu kelompok di Kecamatan Kediri, lima kelompok di Kecamatan Tabanan, 10 kelompok di Kecamatan Kerambitan, sembilan kelompok di Kecamatan Selemadeg, serta lima kelompok di Kecamatan Selemadeg Barat.
Penyaluran bantuan turut melibatkan penyedia dari PT Karya Bahari Abadi, jajaran Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Tabanan, serta para penyuluh perikanan yang mendampingi kelompok penerima agar bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal.
Menurut Bogarada, bantuan tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan kelompok nelayan yang difasilitasi pemerintah daerah kepada KKP RI. Dengan tambahan sarana produksi tersebut, diharapkan daya saing nelayan Tabanan semakin meningkat dan mampu mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemanfaatan potensi kelautan yang lebih optimal.(Puspawati/balipost)










