Kepala BRIDA Bali, Dr. Ketut Wica. (BP/win)

DENPASAR, BALIPOST.com – Pemerintah Provinsi Bali melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) akan meluncurkan Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera 2026 di Panggung Terbuka Ardha Candra, Taman Budaya Bali, Rabu (15/7) sore. Program ini melibatkan sedikitnya 37 perguruan tinggi, baik perguruan tinggi negeri maupun swasta dengan sekitar 13.244 mahasiswa yang akan diterjunkan ke desa-desa di seluruh Bali.

Kepala BRIDA Provinsi Bali, Dr. Ketut Wica, mengatakan peluncuran program ini menjadi momentum untuk memperkuat peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah melalui pengabdian langsung kepada masyarakat.

“Program pengabdian ini bertujuan menghadirkan perguruan tinggi di tengah-tengah masyarakat untuk berpartisipasi mendukung kebijakan dan program prioritas Provinsi Bali guna menyelesaikan berbagai permasalahan potensial di tingkat desa/kelurahan, dan desa adat,” ujarnya saat diwawancara, Selasa (14/7).

Baca juga:  Polda Metro Jaya Amankan Dua Pembawa Sajam Saat Demo Mahasiswa

Menurut Wica, terdapat enam tujuan utama dalam pelaksanaan program tersebut. Pertama, menyosialisasikan visi pembangunan daerah Bali melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana dalam Bali Era Baru kepada masyarakat desa/kelurahan dan desa adat.

Kedua, mengidentifikasi sekaligus mengembangkan potensi ekonomi di desa, kelurahan, dan desa adat.

Ketiga, melaksanakan berbagai kegiatan bersama masyarakat sebagai bentuk dukungan terhadap program pembangunan Pemerintah Provinsi Bali.

Keempat, melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program pembangunan di tingkat desa.

Kelima, mengidentifikasi berbagai hambatan pembangunan yang dihadapi masyarakat.

Keenam, memfasilitasi pencarian alternatif solusi atas berbagai persoalan pembangunan di desa/kelurahan maupun desa adat.

Wica menjelaskan, hingga saat ini sebanyak 37 perguruan tinggi telah bergabung dalam program tersebut dengan jumlah mahasiswa sekitar 13.244 orang. Angka itu masih berpotensi bertambah karena sejumlah perguruan tinggi masih melakukan finalisasi jumlah peserta.

Baca juga:  Aktor Ray Sahetapy Berpulang

“Per hari ini kemungkinan masih akan bertambah karena ada beberapa perguruan tinggi yang sedang merapatkan jumlah mahasiswa yang akan diturunkan,” katanya.

Para mahasiswa nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah kabupaten dan kota di Bali, termasuk menjangkau sekitar 1.500 desa adat. Penentuan lokasi dilakukan masing-masing perguruan tinggi sesuai potensi dan bidang keilmuan yang dimiliki.

“Seluruh kabupaten dan kota akan menjadi lokasi pengabdian. Universitas yang menentukan sendiri lokasi sesuai potensi yang dimiliki,” jelasnya.

Program ini merupakan pengembangan dari konsep Kuliah Kerja Nyata (KKN) tematik yang selama ini dijalankan perguruan tinggi. Kini dikemas dalam Program Pengabdian Masyarakat Desa Kerthi Bali Sejahtera dengan fokus yang lebih kuat pada sinergi pembangunan daerah.

Peluncuran program akan dihadiri Gubernur Bali, Wayan Koster bersama pimpinan perguruan tinggi mitra, para bupati dan wali kota se-Bali, kepala perangkat daerah, Bendesa Agung, serta para bendesa adat. Setelah peluncuran, para mahasiswa akan mulai menjalankan pengabdian di desa/kelurahan, maupun desa adat sesuai jadwal masing-masing perguruan tinggi.

Baca juga:  Mahasiswa Universitas Tottori Kampanyekan ''Bali Aman''

Wica menambahkan, sebagian perguruan tinggi telah menetapkan jadwal pelaksanaan yang berbeda-beda. Sebagai contoh, Universitas Udayana mengajukan pelaksanaan KKN mulai 10 Juli hingga 19 Agustus 2026 atau sekitar satu bulan. Sementara perguruan tinggi lainnya memiliki durasi yang disesuaikan dengan kebijakan akademik masing-masing.

Melalui program ini, pihaknya berharap keterlibatan perguruan tinggi tidak hanya memberikan pengalaman belajar bagi mahasiswa, tetapi juga menghasilkan solusi nyata bagi pembangunan desa sekaligus memperkuat implementasi berbagai program prioritas Bali Era Baru hingga ke tingkat akar rumput. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN