Distribusi air bersih di Desa Jagaraga. (BP/istimewa)

SINGARAJA, BALIPOST.com – Pembangunan senderan irigasi subak di Desa Sawan menyebabkan terganggunya saluran pipa distribusi air bersih menuju Desa Jagaraga, Kecamatan Sawan. Akibatnya, sekitar 600 kepala keluarga (KK) di tiga banjar dinas mengalami krisis air bersih.

Sebagai langkah penanganan darurat, BPBD Buleleng mendistribusikan 10.000 liter air bersih pada Minggu (12/7). Bantuan tersebut diperuntukkan kebutuhan mandi, cuci, dan kakus (MCK) masyarakat selama proses perbaikan saluran air masih berlangsung.

Baca juga:  Umanis Galungan, Polres Gianyar Antisipasi Objek Wisata Pantai

Pendistribusian dilakukan di tiga wilayah terdampak yakni Banjar Dinas Kangin Luan, Banjar Dinas Kauh Teben, dan Banjar Dinas Tengah, di Desa Jagaraga. Mobil tangki BPBD mendatangi titik-titik yang telah ditentukan agar kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Buleleng, Gede Suyasa saat dikonfirmasi, Senin (13/7), mengatakan, pendistribusian air bersih dilakukan sebagai respons cepat atas terganggunya pasokan air akibat pekerjaan pembangunan senderan irigasi yang dikerjakan Dinas PU Perkim Tabanan.

Baca juga:  Masuki Musim Kemarau, Warga Kubu Krisis Air Bersih

“Sebanyak 600 KK terdampak akibat terputusnya pasokan air. Untuk sementara BPBD menyalurkan 10.000 liter air bersih guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, khususnya untuk keperluan MCK,” ujarnya.

Menurutnya, BPBD akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan Dinas PU Perkim maupun pemerintah desa. Apabila perbaikan saluran belum rampung dan pasokan air belum kembali normal, pendistribusian air bersih akan kembali dilakukan sesuai kebutuhan masyarakat.

Baca juga:  Persediaan Air Hujan Habis, Warga Terpaksa Beli Air

Sementara itu, proses perbaikan saluran irigasi Subak di Desa Sawan masih terus dikebut oleh Dinas PU Perkim Buleleng. “Perbaikan tersebut diharapkan segera selesai sehingga aliran air ke jaringan perpipaan di Desa Jagaraga dapat kembali normal dan warga tidak lagi mengalami kesulitan memperoleh air bersih,” jelasnya. (Yudha/balipost)

 

 

 

BAGIKAN