
SINGARAJA, BALIPOST.com – Sebanyak 28.371 siswa baru di Kabupaten Buleleng mulai memasuki lingkungan sekolah melalui Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah Tahun Ajaran 2026/2027. Kegiatan yang berlangsung selama lima hari, mulai 13 hingga 17 Juli 2026 itu menjadi langkah awal pembentukan karakter peserta didik dengan mengedepankan sekolah yang aman, inklusif, dan bebas perundungan.
Pelaksanaan MPLS Ramah dibuka secara resmi oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Gde Surya Bharata, di SMP Negeri 3 Banjar, Senin (13/7). Kegiatan tersebut dilaksanakan serentak pada seluruh jenjang PAUD/TK, SD, dan SMP di Kabupaten Buleleng.
Surya Bharata mengatakan, MPLS Ramah merupakan implementasi dari Permendikdasmen Nomor 12 Tahun 2026 tentang Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah. Menurutnya, MPLS bukan sekadar kegiatan orientasi bagi peserta didik baru, tetapi menjadi pintu masuk dalam membentuk karakter, memperluas wawasan, serta membangun hubungan sosial yang positif di lingkungan sekolah.
Ia menegaskan, Buleleng tengah mempersiapkan generasi muda yang mampu menjawab tantangan masa depan. Oleh karena itu, para peserta didik diharapkan memanfaatkan masa pengenalan sekolah untuk mengenal lingkungan belajar, memahami norma dan budaya sekolah, sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap sekolah sebagai tempat mengembangkan potensi diri.
“Kami mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi etika dan integritas sebagai pondasi kesuksesan. Selain itu, siswa juga harus terus mengembangkan kreativitas, berpikir kritis, serta berkomitmen menciptakan lingkungan sekolah yang aman dengan menolak segala bentuk perundungan, kekerasan maupun perilaku negatif lainnya,” tegasnya.
Disdikpora juga mengingatkan seluruh guru dan panitia MPLS agar menyelenggarakan kegiatan secara edukatif, menyenangkan, inklusif, dan ramah anak. Praktik perpeloncoan maupun hukuman fisik dipastikan tidak mendapat tempat dalam pelaksanaan MPLS. Seluruh peserta didik harus memperoleh layanan yang setara, disertai penguatan pendidikan karakter, pelestarian budaya Bali, serta edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkoba, judi daring, dan dampak negatif media sosial.
Selain peran sekolah, Surya Bharata menilai dukungan orang tua menjadi faktor penting dalam membantu anak beradaptasi di lingkungan pendidikan yang baru. Orang tua diminta membangun komunikasi yang baik dengan pihak sekolah, mendampingi anak selama masa transisi, serta mengawasi penggunaan gawai agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter dan bertanggung jawab.
Sementara itu, Ketua Komite Widya Santi SMP Negeri 3 Banjar, Nyoman Aryawan mengapresiasi kepercayaan Pemerintah Kabupaten Buleleng yang menunjuk sekolahnya sebagai lokasi pembukaan MPLS Ramah tahun ini. Menurutnya, kepercayaan tersebut menjadi motivasi bagi seluruh warga sekolah untuk terus meningkatkan kualitas pendidikan.
Pihaknya memastikan komite sekolah akan terus mendukung berbagai program yang dijalankan sekolah melalui kolaborasi bersama guru, orang tua, dan pemerintah. Setiap persoalan pendidikan akan diselesaikan melalui komunikasi yang baik demi menciptakan lingkungan belajar yang kondusif.
“Kami berharap sinergi seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat sehingga mampu melahirkan generasi Buleleng yang unggul, sehat, berkarakter, dan siap menyongsong terwujudnya Generasi Emas Indonesia 2045,” ujarnya.
Dari total 28.371 murid baru yang mengikuti MPLS tahun ini, sebanyak 8.199 murid berasal dari jenjang PAUD/TK, 10.018 murid jenjang SD, dan 10.809 murid jenjang SMP. Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para murid akan mendapatkan berbagai materi pembekalan, di antaranya Gerakan Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, etika bermedia sosial, budaya Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun (5S), serta Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) sebagai bagian dari pembentukan karakter sejak hari pertama memasuki lingkungan sekolah. (Nyoman Yudha/balipost)










