Disdikpora Bali saat menerima aduan dari masyarakat terkait SPMB tingkat SMA/SMK, di Kantor Disdikpora Bali, Rabu (8/7). (BP/Istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMK Negeri Provinsi Bali melalui jalur domisili yang dibuka sejak 3 Juli 2026 dan diumumkan pada Kamis (9/7) menunjukkan perbedaan tingkat keterisian yang cukup mencolok antarkonsentrasi keahlian.

Program-program yang berkaitan dengan industri pariwisata masih menjadi pilihan utama calon siswa. Sementara sejumlah konsentrasi keahlian lain belum memperoleh peminat sama sekali.

Berdasarkan rekapitulasi Disdikpora Provinsi Bali, jalur domisili SMK Negeri menyediakan 3.177 kursi. Dari jumlah tersebut, 1.301 kursi masih tersisa setelah proses seleksi.

Secara keseluruhan, total daya tampung seluruh jalur SPMB SMK Negeri mencapai 24.844 kursi, dengan 19.283 calon murid dinyatakan lolos seleksi sehingga masih terdapat selisih daya tampung sebanyak 5.561 kursi.

Pada jalur domisili, SMK Negeri 1 Sukasada dengan Konsentrasi Keahlian Perhotelan menjadi salah satu yang mencatat keterisian sempurna. Seluruh 72 kursi terisi atau mencapai 100 persen.

Baca juga:  Rawat Pancasila dan NKRI lewat GRAK

Capaian serupa juga diraih SMK Negeri 2 Singaraja pada Konsentrasi Keahlian Kuliner yang menerima 60 siswa dari kuota 60 kursi, serta SMK Negeri 2 Singaraja pada Konsentrasi Keahlian Perhotelan dengan 59 siswa dari 59 kursi atau 100 persen.

Sementara itu, SMK Negeri 1 Kuta Selatan pada Konsentrasi Keahlian Perhotelan juga mencatat keterisian sangat tinggi, yakni 105 siswa dari kuota 113 kursi atau 92,92 persen, menyisakan delapan kursi.

Konsentrasi keahlian lain yang masih memiliki tingkat keterisian cukup baik. Di antaranya, SMK Negeri 1 Kubutambahan (Perhotelan) sebesar 81,25 persen, SMK Negeri 1 Mas Ubud (Perhotelan) 80,43 persen, SMK Negeri 1 Tampaksiring (Perhotelan) 72,13 persen, dan SMK Negeri 3 Kintamani (Perhotelan) 58,62 persen.

Baca juga:  Kejari Pastikan Ada Tersangka Dalam Kasus Tukad Mati

Di sisi lain, sejumlah konsentrasi keahlian belum menarik minat pendaftar melalui jalur domisili. Di antaranya, SMK Negeri 3 Bangli Konsentrasi Keahlian Perhotelan yang belum menerima satu pun siswa dari kuota 33 kursi.

Kondisi serupa juga terjadi pada beberapa program lain, yakni SMK Negeri 1 Sukawati Konsentrasi Keahlian Kriya Kreatif Kayu dan Rotan (34 kursi), SMK Negeri 1 Banjar Agribisnis (34 kursi), SMK Negeri 1 Kintamani Agribisnis (35 kursi), SMK Negeri 1 Kintamani Desain Komunikasi Visual (35 kursi), SMK Negeri 1 Susut Bisnis Digital (35 kursi), SMK Negeri 1 Susut Teknik (35 kursi), SMKN 2 Kubu Tata Kecantikan (35 kursi), SMK Negeri 2 Bangli Kriya Kreatif Kayu dan Rotan (36 kursi), serta SMK Negeri 6 Denpasar Kriya Kreatif Batik dan Tekstil (36 kursi). Seluruh program tersebut mencatat keterisian 0 persen pada jalur domisili.

Baca juga:  Ketua Dewan Heran Proposal Sekolah Dicuekin Dinas 

Sementara itu, SMK Negeri 2 Sukawati masih mencatat keterisian rendah, baik pada Konsentrasi Keahlian Kuliner maupun Perhotelan. Program Kuliner hanya menerima 8 siswa dari kuota 62 kursi atau 12,90 persen, sedangkan Perhotelan menerima 11 siswa atau 16,92 persen.

Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Provinsi Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., Jumat (10/7), mengatakan hasil jalur domisili menunjukkan bahwa minat calon murid masih terkonsentrasi pada konsentrasi keahlian yang memiliki peluang kerja tinggi.

Terutama bidang perhotelan dan kuliner yang berkaitan erat dengan sektor pariwisata Bali. Sebaliknya, masih banyak program keahlian yang belum diminati sehingga menyisakan kuota cukup besar dan akan menjadi bahan evaluasi dalam pemerataan peminatan serta pelaksanaan tahapan SPMB berikutnya. (Ketut Winata/balipost)

BAGIKAN