
GIRI MENANG, BALIPOST.com – Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto memerintahkan Gubernur hingga Kepala Desa, untuk membantu mengawasi program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal ini disampaikan saat dirinya meresmikan Bendungan Meninting yang berlokasi di Bukit Tinggi, Kecamatan Gunung Sari, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat Jumat (10/7).
Ia mengatakan, cara melapornya cukup dengan memviralkan di sosial media, nanti dia akan mengirimkan tim untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait temuan tersebut. “Gampang ngomong di TikTok, langsung aku kirim tim untuk periksa,” katanya.
Presiden mengingatkan, program yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan gizi anak bangsa jangan sampai dikriminalisasi. Untuk itu, perlu adanya pengawasan dari unit terkecil seperti kepala desa hingga gubernur agar tidak ada lagi oknum-oknum yang hanya ingin meraup keuntungan dari program makan tersebut.
“Banyak juga yang nyusup jadi maling. Gubernur, kepala desa boleh periksa semua dapur,” tegasnya.
Namun ia juga meminta ini jangan dimanfaatkan untuk meminta setoran kepada pemilik dapur. Tidak hanya itu mantan Menteri Pertahanan ini juga meminta kepada Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), untuk tidak lagi memberikan anak-anak telur dadar melainkan telur rebus atau telur ceplok.
Menurutnya menu yang sederhana ini saja sering dipermainkan oleh pemilik dapur, karena telur yang seharusnya dikomsumsi untuk satu orang justru dibagi keempat orang.
“Jangan berikan anak-anak telur dadar, berikan mereka telur rebus atau telur ceplok, biasanya ini telur kalau didadar banyak campuran, dibagi empat pula,” katanya.
Meski banyak penolakan di kalangan masyarakat, Prabowo Subianto memastikan program ini akan tetap berlanjut. Karena baginya gizi anak bangsa jauh lebih penting dari pada urusan lainnya.
Prabowo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai investasi dalam menyiapkan generasi Indonesia yang sehat dan berkualitas. Menurut Presiden, program tersebut harus dijalankan secara konsisten agar anak-anak Indonesia memperoleh asupan gizi yang memadai sejak dini.
“Saya ingin Indonesia rakyatnya makmur. Saya ingin rakyat yang paling miskin senyum, karena dia ada harapan. Saya tidak ingin lihat rakyat miskin. Saya tidak ingin lihat anak-anak lapar. MBG kita teruskan,” tegasnya.
Di samping itu, Presiden menegaskan bendungan yang diresmikan merupakan simbol dari pembangunan yang lebih besar untuk membawa Indonesia menjadi negara yang maju. Pemerintah, kata Presiden, akan terus membangun berbagai infrastruktur strategis guna mendukung ketahanan pangan, energi, dan kesejahteraan masyarakat.
“Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kita akan bangun nanti tenaga surya 100 gigawatt. Kita akan melaksanakan pembangunan besar-besaran. Orang-orang nanti akan lihat Indonesia yang bangkit itu bagaimana. Kita akan buktikan Indonesia akan bangkit menjadi negara yang hebat,” tandasnya. (kmb/suarantb)










