Kunjungan wisatawan ke DTW Alas Pala Sangeh meningkat saat libur panjang Mei 2026, didominasi wisatawan domestik meski belum signifikan. (BP/istimewa)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Pemerintah Kabupaten Badung semakin serius mengarahkan pembangunan sektor pariwisata ke konsep berkualitas dengan menitikberatkan pada satu data wisatawan sebagai fondasi kebijakan. Langkah ini dinilai krusial untuk memastikan arah pembangunan pariwisata lebih tepat sasaran dan berkelanjutan.

Melalui Dinas Pariwisata, Pemkab Badung kini tidak lagi semata mengejar angka kunjungan, melainkan kualitas pengalaman wisatawan. Pendekatan ini sekaligus memperkuat daya saing destinasi di tengah dinamika industri pariwisata global yang semakin kompetitif.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, menegaskan bahwa perubahan paradigma ini membutuhkan dukungan data yang akurat dan terintegrasi. Tanpa satu data wisatawan yang konsisten, kebijakan pariwisata berisiko tidak tepat sasaran.

Baca juga:  Jadi Alternatif Lokasi "Dinner" Pemimpin G20, Menko Luhut Cek GWK

“Masukan dari berbagai asosiasi pariwisata kami catat. Salah satu upaya mewujudkan pariwisata berkualitas adalah menjaga kelestarian sekaligus menciptakan eksklusivitas destinasi. Paradigma ini sedang kami kaji sebagai salah satu opsi kebijakan ke depan dengan mempertimbangkan karakteristik Badung,” ujar AA Putri Mas Agung saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Menurutnya, penguatan satu data wisatawan menjadi kunci dalam merumuskan strategi pengembangan destinasi, termasuk dalam mengatur distribusi kunjungan agar tidak menumpuk di kawasan tertentu. Data yang valid juga akan membantu pemerintah dalam membaca tren wisatawan, pola kunjungan, hingga kebutuhan layanan.

Selain itu, Dispar Badung tetap mendorong pengembangan desa wisata sebagai langkah strategis untuk pemerataan ekonomi. Namun, seluruh kebijakan tersebut akan bertumpu pada basis data yang sama agar tidak terjadi tumpang tindih perencanaan.

Baca juga:  Wisata Cycling Panelokan

“Dokumen tersebut akan menjadi acuan penataan dan pengembangan kawasan wisata secara lebih terstruktur dan berimbang di seluruh wilayah Badung,” sebutnya.

Di sisi lain, pemerintah daerah juga menjaga iklim investasi tetap kondusif. Sinergi antara investasi, pengembangan destinasi, dan data pariwisata menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan dalam mewujudkan pariwisata berkualitas.

Pihaknya menekankan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama, termasuk dengan pemerintah pusat dan provinsi dalam menyelaraskan sistem data wisatawan.

“Pengelolaan pariwisata Badung tidak bisa dilakukan sendiri oleh pemerintah. Maka sinergi dengan semua pihak sangat dibutuhkan,” jelasnya.

Baca juga:  Dari Bantahan Pelaku Pariwisata hingga Bau Tak Sedap PLTS Kertalangu

Ia juga mengingatkan bahwa pariwisata di Badung bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat. Oleh karena itu, pengelolaannya harus berbasis data yang kuat agar tetap sejalan dengan prinsip keberlanjutan.

“Pariwisata bagi masyarakat Badung bukan sekadar industri atau angka pertumbuhan ekonomi, tetapi telah menjadi napas kehidupan yang menghidupi hampir seluruh lapisan masyarakat, mulai dari petani, pelaku UMKM, pekerja pariwisata hingga generasi muda,” ujarnya.

Karena itu, kata AA Putri Mas Agung menjaga keberlanjutan pariwisata menjadi tanggung jawab bersama agar tetap tumbuh dan lestari sesuai filosofi Tri Hita Karana.(Parwata/balipost)

BAGIKAN