Para pengendara terjebak kemacetan panjang saat melintas di Jalan Raya Dalung, Badung, Sabtu (15/3/2025) malam. (BP/eka)

MANGUPURA, BALIPOST.com – Keberhasilan rekayasa lalu lintas di Jalan Toyaning, Desa Pecatu, menjadi pemicu langkah lanjutan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Badung, untuk menerapkan pengalihan arus di titik-titik rawan macet lainnya.

Dua kawasan yang kini menjadi fokus utama adalah Canggu dan Dalung, yang selama ini dikenal dengan tingkat kepadatan kendaraan tinggi, terutama saat jam sibuk.

Dishub Badung kini mempercepat kajian skema rekayasa lalu lintas dengan menitikberatkan pada pengalihan arus kendaraan guna mengurai kemacetan yang hampir terjadi setiap hari. Upaya ini dilakukan sebagai solusi strategis agar distribusi kendaraan lebih merata dan tidak menumpuk di satu titik.

Baca juga:  Tim Kabaddi Badung "Try Out" ke Thailand

Kepala Dinas Perhubungan Badung, Anak Agung Gde Rahmadi, menegaskan bahwa pihaknya telah mulai mematangkan konsep tersebut melalui koordinasi lintas instansi. Untuk kawasan Canggu, Dishub menggandeng kepolisian serta pihak terkait lainnya guna menentukan ruas jalan yang akan dijadikan jalur alternatif dalam skema pengalihan arus.

“Pembahasan difokuskan pada penentuan ruas jalan yang akan dijadikan jalur rekayasa, mengingat hampir seluruh jalan di kawasan tersebut memiliki volume kendaraan yang sama tinggi dan saling berkaitan,” ujar Agung Rahmadi saat dikonfirmasi, Rabu (8/7).

Menurut Rahmadi, kompleksitas lalu lintas di Canggu menjadi tantangan tersendiri karena hampir semua ruas jalan mengalami kepadatan yang serupa. Oleh karena itu, pengalihan arus harus dirancang secara matang agar tidak menimbulkan titik kemacetan baru.

Baca juga:  Sejumlah Pelaku Narkoba Ditangkap, Enam Residivis

Sementara itu, di kawasan Dalung, Dishub memprioritaskan pengaturan arus di sekitar SPBU Pertamina dan Pasar Dalung. Dua titik ini dinilai sebagai simpul kemacetan harian yang memerlukan penanganan cepat melalui pola rekayasa lalu lintas yang tepat.

“Di Dalung juga masih kami kaji, khususnya di depan SPBU dan pasar. Kawasan itu hampir setiap hari mengalami kemacetan sehingga sedang dipelajari pola rekayasa lalu lintas yang paling efektif,” jelasnya.

Baca juga:  Korban Pohon Tumbang, Satu Orang Kakinya Hancur

Rahmadi menegaskan, percepatan kajian ini merupakan tindak lanjut arahan Bupati Badung agar solusi kemacetan segera direalisasikan. Ia memastikan, kebijakan pengalihan arus tidak bertujuan membatasi mobilitas masyarakat, melainkan menciptakan sistem lalu lintas yang lebih lancar dan efisien.

“Kalau memang diperlukan, rekayasa lalu lintas akan kami lakukan. Tujuannya semata-mata untuk mengurai kemacetan dan meningkatkan kelancaran arus kendaraan,” pungkasnya.

Dengan fokus pada pengalihan arus kendaraan, Dishub Badung berharap kemacetan di kawasan padat seperti Canggu dan Dalung dapat ditekan secara signifikan serta memberikan kenyamanan bagi pengguna jalan. (Parwata/balipost)

BAGIKAN