Bangunan gedung untuk proses belajar mengajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Denpasar. Pemerintah Kota Denpasar berencana melakukan perbaikan sebagian besar gedung SMP ini pada 2027. (BP/eka)

DENPASAR, BALIPOST.com – Gedung SMPN 1 Denpasar yang sudah tua akan mendapatkan perbaikan. Rencananya perbaikan tersebut akan berlangsung 2027 nanti. Pembangunan inipun menjadi prioritas mengingat usia bangunan yang tua serta bagian dari penataan pusat kota.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabid Pendidikan SMP, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Denpasar Ida Bagus Suryadana saat diwawancarai, Selasa (7/7). Dia mengatakan, detail engineering design (DED) sudah jadi pada 2025 lalu. Namun untuk RAPDB 2027 masih dalam proses. Dengan itu belum bisa dipastikan final baik itu terkait anggaran hingga kapan proyek pembangunan akan dimulai.

Baca juga:  Antisipasi Pandemi di Masa Depan, Penguatan Kemitraan Asean-AS Sangat Penting

Meski demikian, Suryadana menyebutkan, pembangunan gedung SMPN 1 Denpasar ini menjadi prioritas Wali Kota Denpasar yang berkaitan dengan penataan, sehingga mempercantik wajah kota. “Di sebelah Pura Agung Jagatnatha kan sudah bagus. Sehingga perlu juga mempercantik SMPN 1, selain memang bangunanya sudah tua,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala SMP N 1 Denpasar Ni Wayan Raiyani mengatakan, terkait persiapan pembangunan perlahan sudah mulai dilakukan. Seperti halnya membahas pembelajaran siswa yang kemungkinan akan diminta menggunakan sistem daring selama pembangunan berlangsung. Hal tersebut mengingat sebagian besar gedung di sekolah akan dilakukan perbaikan.

Baca juga:  Kadek Asdi Terbang ke Vietnam Akhir April

Pengamanan aset-aset sekolah juga sudah mulai dirancang, seperti buku-buku perpustakaan yang akan dipindah ke gedung yang tidak disentuh perbaikan. Demikian pihaknya sudah mempersiapkan terkait penghapusan aset. Terkait penghapusan aset ini pun sebelumnya diakuinya sempet terkendala dalam sistem pembelajaran yang menggunakan komputer. Terutama saat berlangsungnya Tes Kemampuan Akedemik (TKA) dengan jumlah komputer yang tidak memadai. “Namun TKA sudah berjalan lancar yang kami menyewa komputer dibantu komite,” katanya.

Baca juga:  Dua Fenomena Ini Terjadi, Pesisir Pantai di Bali Berpotensi Banjir Rob

Untuk pengadaan sarana dan prasarana saat ini, dikatakannya Raiyani, tentu belum bisa mengingat dalam masa penghapusan aset. Nantinya setelah gedung baru selesai, pengadaan sarana dan prasarana baru bisa dilakukan, baik itu komputer, AC dan sebagainya. Demikian pihaknya berharap agar pembangunan gedung baru nantinya bisa berjalan dengan lancar. (Widiastuti/balipost)

 

BAGIKAN