
DENPASAR, BALIPOST.com – Antusiasme masyarakat terhadap pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahap II jenjang SMA/SMK Negeri Provinsi Bali melalui jalur domisili masih tinggi. Jelang penutupan pendaftaran pada Kamis (2/7), jumlah calon siswa mencapai ribuan orang.
Berdasarkan rekapitulasi Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali hingga Rabu (1/7) hingga pukul 17.39 WITA, tercatat sebanyak 4.710 mendaftar untuk jenjang SMA dan SMK.
Jumlah pendaftar tersebut terdiri atas 3.089 pendaftar jenjang SMA dan 1.621 pendaftar jenjang SMK pada jalur Domisili Kependudukan, Domisili Krama Desa Adat, serta Domisili Sekolah dengan Perjanjian.
Kepala UPTD Balai Pengembangan Teknologi Pendidikan (BP Tekdik) Disdikpora Bali, I Komang Agus Kariasa, S.Pd., M.Pd., Kamis (2/7) pagi mengatakan proses pendaftaran secara umum berjalan lancar. Pengajuan pendaftaran yang masuk terus diverifikasi oleh panitia di masing-masing sekolah untuk memastikan seluruh persyaratan sesuai ketentuan.
Data rekapitulasi juga menunjukkan sejumlah sekolah negeri di kawasan perkotaan masih menjadi tujuan utama pendaftar. Pada jenjang SMA, SMA Negeri 2 Denpasar mencatat jumlah pendaftar terbanyak melalui jalur domisili dengan 168 pendaftar, disusul SMA Negeri 5 Denpasar sebanyak 130 pendaftar, SMA Negeri 4 Denpasar sebanyak 118 pendaftar, dan SMA Negeri 6 Denpasar sebanyak 116 pendaftar.
Sementara pada jenjang SMK, SMK Negeri 2 Singaraja menjadi sekolah dengan jumlah peminat tertinggi, yakni 106 pendaftar, diikuti SMK Negeri 4 Denpasar sebanyak 104 pendaftar, SMK Negeri 5 Denpasar sebanyak 102 pendaftar, SMK Negeri 1 Amlapura sebanyak 100 pendaftar, dan SMK Negeri 1 Singaraja sebanyak 96 pendaftar.
Selain jumlah pendaftar, proses verifikasi pengajuan juga terus berlangsung. Hingga Rabu (1/7) pukul 17.39 Wita, tercatat 2.157 status pengajuan pada jenjang SMA dan SMK dari 4.710 jumlah pendaftar. Dari jumlah tersebut, 1.390 pengajuan telah disetujui, 260 ditolak, 31 masih dalam proses verifikasi, dan 476 masih berstatus diajukan.
Untuk jenjang SMA, terdapat 1.329 status pengajuan. Sebanyak 864 pengajuan telah disetujui, 149 ditolak, 22 masih diproses, dan 294 masih berstatus diajukan.
Jika dirinci berdasarkan jalur, pada Domisili Kependudukan SMA tercatat 1.136 status pengajuan, terdiri atas 737 disetujui, 121 ditolak, 20 diproses, dan 258 diajukan. Sementara Domisili Krama Desa Adat mencatat 186 status, dengan rincian 122 disetujui, 27 ditolak, 2 diproses, dan 35 diajukan. Adapun pada Domisili Sekolah dengan Perjanjian terdapat 7 status pengajuan, yakni 5 disetujui, 1 ditolak, dan 1 masih diajukan.
Sementara itu, pada jenjang SMK tercatat 828 status pengajuan, terdiri atas 526 disetujui, 111 ditolak, 9 masih diproses, dan 182 masih berstatus diajukan.
Rinciannya, jalur Domisili Kependudukan SMK mencatat 690 status, dengan 450 disetujui, 83 ditolak, 6 diproses, dan 151 diajukan. Pada jalur Domisili Krama Desa Adat terdapat 115 status, terdiri atas 61 disetujui, 27 ditolak, 3 diproses, dan 24 diajukan. Sedangkan Domisili Sekolah dengan Perjanjian mencatat 23 status pengajuan, dengan rincian 15 disetujui, 1 ditolak, dan 7 masih berstatus diajukan.
Pihaknya mengimbau calon murid dan orang tua untuk terus memantau perkembangan status pengajuan melalui sistem SPMB serta segera melengkapi persyaratan apabila terdapat dokumen yang perlu diperbaiki. Proses verifikasi akan terus dilakukan oleh panitia sekolah selama masa pendaftaran berlangsung agar seluruh tahapan seleksi berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai jadwal.
Agus kembali mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan masa pendaftaran yang berlangsung hingga 2 Juli 2026. Setelah penutupan pendaftaran, proses verifikasi administrasi akan dilakukan hingga 8 Juli 2026, sedangkan hasil seleksi dijadwalkan diumumkan pada 9 Juli 2026. (Ketut Winata/balipost)










