
MANGUPURA, BALIPOST.com – Penataan kawasan Peninsula Island di The Nusa Dua kini menjadi sorotan utama dalam proyek rejuvenasi yang digarap InJourney Tourism Development Corporation (ITDC). Hingga pekan ke-25 pelaksanaan proyek (14–20 Juni 2026), progres penataan kawasan ini bahkan mencatat capaian tertinggi, memperlihatkan perubahan signifikan pada salah satu titik ikonik pariwisata Bali tersebut.
Transformasi Peninsula Island tidak hanya mengubah tampilan fisik kawasan, tetapi juga mulai membentuk karakter baru ruang publik yang lebih tertata, representatif, dan siap mendukung berbagai aktivitas wisata berskala nasional hingga internasional.
General Manager The Nusa Dua, I Made Agus Dwiatmika, menegaskan bahwa penataan kawasan Peninsula Island menjadi bagian penting dalam meningkatkan kualitas destinasi premium Indonesia.
“Program rejuvenasi atau peremajaan ini merupakan bagian dari komitmen ITDC dalam menjaga standar layanan dan kualitas kawasan The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata premium Indonesia. Kami tidak hanya melakukan pembaruan infrastruktur, tetapi juga menyiapkan ruang publik yang lebih representatif, mendukung berbagai aktivitas wisata dan event internasional, serta memperkuat aspek keberlanjutan kawasan. Melalui transformasi ini, kami ingin menghadirkan pengalaman yang semakin nyaman, aman, dan berkesan bagi setiap wisatawan yang berkunjung ke The Nusa Dua,” ujar Agus Dwiatmika pada Selasa (30/6).
Secara teknis, penataan Peninsula Island dan akses menuju Water Blow mencatat progres tertinggi sebesar 78,549 persen. Capaian ini menunjukkan percepatan signifikan, terutama pada pembenahan jalur akses, penataan ruang terbuka, hingga penguatan infrastruktur pendukung kawasan.
Sejumlah elemen bahkan telah rampung sepenuhnya. Penanaman rumput di area Amphitheatre Peninsula telah selesai 100 persen, menciptakan ruang terbuka hijau yang lebih asri dan nyaman bagi pengunjung. Pemasangan batu andesit di area helipad serta jalur menuju Taksu Art Stage juga tuntas 100 persen, memperkuat estetika kawasan sekaligus mendukung aktivitas seni dan event.
Sementara itu, penataan eks jalan akses Peninsula telah mencapai progres 90,18 persen. Kondisi ini membuat wajah baru kawasan mulai terlihat jelas, dengan tata ruang yang lebih rapi, akses yang lebih nyaman, serta kesiapan mendukung mobilitas wisatawan.
ITDC juga terus mengakselerasi sejumlah pekerjaan prioritas di kawasan Peninsula Island, termasuk pengaspalan akses Gate Amenity Core (AC), penyelesaian fasilitas resapan di koridor Peninsula, hingga penataan Water Blow sebagai salah satu daya tarik utama wisata.
Selain fokus pada estetika dan kenyamanan, penataan kawasan ini juga mengedepankan prinsip keberlanjutan. Penguatan sistem drainase, pengelolaan limbah, serta pembangunan fasilitas resapan air menjadi bagian penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan kawasan.
Agus Dwiatmika menambahkan, hasil penataan yang mulai terlihat saat ini merupakan bagian dari transformasi jangka panjang yang akan menjadikan Peninsula Island sebagai ruang publik yang lebih hidup dan ikonik. “Transformasi yang mulai terlihat hari ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang ITDC untuk menghadirkan wajah baru Peninsula Island. Setelah seluruh pekerjaan selesai, kawasan ini akan menjadi ruang publik yang lebih hidup, nyaman, dan ikonik, sekaligus memperkuat daya saing The Nusa Dua sebagai destinasi pariwisata kelas dunia yang siap menyambut wisatawan dan berbagai event internasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi Bali dan Indonesia,” katanya. (Parwata/balipost)










