Salah satu proses tahapan penerimaan Penerimaan Taruna Taruni Akpol. (BP/istimewa)

DENPASAR, BALIPOST.com – Antusias masyarakat ingin jadi anggota Polri terus meningkat. Di sisi lain, rumor rekrutmen anggota Polri bau korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN) masih terdengar. Padahal setiap tahapan seleksi diawasi ketat pengawas internal dan eksternal.

Kasubbid Penmas Bidhumas Polda Bali, AKBP Rina Isriana Dewi, Selasa (30/6) menjelaskan tahapan seleksi rekrutmen Polri dilaksanakan dengan prinsip Betah (bersih, transparan, akuntabel dan humanis). Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau  seluruh masyarakat untuk tidak mempercayai pihak yang menjanjikan kelulusan. “Segala bentuk penawaran jalur khusus yang meminta imbalan adalah penipuan,” tegasnya.

Menurut AKBP Rina, pola rekrutmen yang dilaksanakan sudah sesuai dengan keinginan masyarakat, yakni melibatkan kelompok LSM, Senkom Mitra Polri, Obusdman dan FKUB Provinsi Bali. Selain itu tim outsourcing dari beberapa instansi terkait yang senantiasa membantu Polri yakni memonitoring setiap pelaksanaan rekrutmen Polri 2026.

Baca juga:  Pembayaran Gaji dan Tunjangan di MK Terdampak Blokir Anggaran

Sedangkan upaya Polda Bali menyikapi rumor adanya KKN, Rina menjelaskan sebagai pengawas eksternal dilibatkan lembaga independen, diantaranya LSM, Senkom Mitra Polri, Ombusman dan FKUB Provinsi Bali. Selain itu proses pelaksanaan kegiatan rekrutmen diawasi ketat oleh Propam dan Itwasda sebagai pengawas internal. “Kalau ada yang tidak puas dengan pelaksanaan rekrutmen ini bisa langsung melapor melalui QR Code layanan Propam / Hotline rekrutmen,” ungkapnya.

Peristiwa melati dua di pundak ini menyampaikan pelaksanaan rekrutmen bersifat one day service, yakni hasil langsung keluar dan diumumkan secara transparan. Sedangkan  saat kegiatan menggunakan sistem CAT dan dilaksanakan audit oleh Tim Ahli IT (ITB Stikom, Ditintelkam dan Ditressiber). “⁠Kami siap melayani dan menindaklanjuti masukan serta pengaduan dalam proses rekrutmen melalui hotline 081339910066,” tutupnya.

Baca juga:  Bali dan Satu Wilayah Ini Belum Juga Turun Kasusnya, Pusat akan Segera Intervensi

Seperti diketahui, Wakapolda Bali Brigjen Pol. I Made Astawa, S.I.K., pimpin Sidang Terbuka Penentuan Kelulusan Akhir Penerimaan Taruna Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) 2026, beberapa waktu lalu. Kegiatan ini merupakan tahapan akhir di tingkat daerah untuk menentukan peserta yang dinyatakan memenuhi syarat mengikuti seleksi tingkat pusat.

Berdasarkan hasil sidang, delapan peserta terdiri dari tujuh calon Taruna dan satu calon Taruni dinyatakan lulus/terpilih dan berhak melaju ke tingkat pusat. “Mereka merupakan putra-putri terbaik Bali yang telah melalui seluruh tahapan seleksi secara ketat, objektif, dan kompetitif,” ujar Brigjen Astawa.

Baca juga:  Dari Ternyata Tak Cuma Ajakan Berhubungan Intim hingga Soal Mulai Digelarnya PTM di Gianyar

Dalam arahannya, Wakapolda Astawa menegaskan  seluruh proses penerimaan Taruna Taruni Akpol dilaksanakan dengan mengedepankan prinsip Betah serta clear and clean. Dengan demikian setiap peserta memperoleh kesempatan yang sama untuk bersaing sesuai kemampuan dan hasil yang diperoleh.

“Keberhasilan hari ini merupakan buah dari kerja keras, disiplin, dan doa. Bagi peserta yang dinyatakan lulus, persiapkan diri sebaik mungkin untuk menghadapi tahapan selanjutnya di tingkat pusat. Sementara bagi yang belum berhasil, jangan berkecil hati karena masih banyak kesempatan untuk meraih cita-cita dan mengabdi kepada bangsa dan negara,” tegasnya.

Melalui proses seleksi yang objektif dan profesional, Polda Bali berharap dapat melahirkan calon-calon perwira Polri yang unggul, berintegritas, siap menjadi pelindung, pengayom, serta pelayan masyarakat. (Kerta Negara/balipost)

 

BAGIKAN